Imunisasi Pilihan

Imunisasi pilihan adalah imunisasi lain yang tidak termasuk dalam imunisasi wajib, namun penting diberikan pada bayi, anak, dan dewasa di Indonesia mengingat beban penyakit dari masing-masing penyakit.

Yang termasuk dalam imunisasi pilihan ini adalah:

  1. Vaksin Measles, Mumps, Rubella:
    Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup, harus disimpan pada suhu 2–80C atau lebih dingin dan terlindung dari cahaya.
  2. Haemophilllus influenzae tipe b (Hib)
    Vaksin Hib adalah vaksin polisakarida konyugasi dalam bentuk liquid, yang dapat diberikan tersendiri atau dikombinasikan dengan vaksin DpaT (tetravalent) atau DpaT/HB (pentavalent) atau DpaT/HB/IPV (heksavalent).
  3. Vaksin tifoid
    a. Vaksin tifoid oral
    b. Vaksin tifoid polisakarida parenteral
  4. Vaksin Varisela
  5. Vaksin Hepatitis A
    Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Pemberian bersama vaksin lain tidak mengganggu respon imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping.
  6. Vaksin Pneumokokus
    Terdapat dua macam vaksin pneumokokus yaitu vaksin pneumokokus polisakarida (pneumococcal polysacharide vaccine/PPV) dan vaksin pneumokokus polisakarida konyugasi (pneumococcal conjugate vaccine/PCV).
  7. Vaksin Rotavirus
    Terdapat dua jenis Vaksin Rotavirus (RV) yang telah ada di pasaran yaitu vaksin monovalent dan pentavalent.
  8. Vaksin Influenza
    a. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus).b. Vaksin influenza mengandung antigen dari dua sub tipe virus influenza A dan satu sub tipe virus influenza B, subtipenya setiap tahun direkomendasikan oleh WHO berdasarkan surveilans epidemiologi seluruh dunia.c. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus-menerus, maka perlu dilakukan vaksinasi secara teratur setiap tahun, menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir.d. Vaksin influenza inaktif aman dan imunogenesitas tinggi.e. Vaksin influenza harus disimpan dalam lemari es dengan suhu 2º- 8ºC. Tidak boleh dibekukan.

Rekomendasi:

  1. Semua orang usia ≥ 65 tahun
  2. Anak dengan penyakit kronik seperti asma, diabetes, penyakit ginjal dan kelemahan sistem imun
  3. Anak dan dewasa yang menderita penyakit metabolik kronis, termasuk diabetes, penyakit disfungsi ginjal, hemoglobinopati dan imunodefisiensi
  4. Orang yang bisa menularkan virus influenza ke seseorang yang berisiko tinggi mendapat komplikasi yang berhubungan dengan influenza, seperti petugas kesehatan dan petugas di tempat perawatan dan orang-orang sekitarnya, semua orang yang kontak serumah, pengasuh anak usia 6–23 bulan, dan orang-orang yang melayani atau erat dengan orang yang mempunyai risiko tinggi
  5. Imunisasi influenza dapat diberikan kepada anak sehat usia 6–23 bulan

Kontra Indikasi

  • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan protein telur jangan diberi vaksinasi influenza
  • Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah, atau mengalami distres nafas akut atau pingsan
  • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat

Jadwal dan Dosis

  • Dosis untuk anak usia kurang dari 2 tahun adalah 0,25 ml dan usia lebih dari 2 tahun adalah 0,5 ml
  • Untuk anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza pada usia ≤ 8 tahun, vaksin diberikan 2 dosis dengan selang waktu minimal 4 minggu, kemudian imunisasi diulang setiap tahun
  • Vaksin influenza diberikan secara suntikan intra muskular di otot deltoid pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, sedangkan untuk bayi diberikan di paha anterolateral
  • Pada anak atau dewasa dengan gangguan imun, diberikan dua (2) dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu, untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan
  • Bila anak usia ≥ 9 tahun cukup diberikan satu kali saja, teratur, setiap tahun satu kali