• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Ini Alasannya Indonesia Perlu Jadi Center of Excellence Vaksin untuk OKI

Monday, 13 November 2017

[caption id="attachment_32124" align="alignleft" width="397"]Para peserta berfoto bersama dihalaman Gedung Heritage Bio Farma pada pembukaan Workshop Manajemen Vaksin Negara Islam, di Bio Farma, Kota Bandung, Selasa (15/11). Para peserta berfoto bersama dihalaman Gedung Heritage Bio Farma pada pembukaan Workshop Manajemen Vaksin Negara Islam, di Bio Farma, Kota Bandung, Selasa (15/11).[/caption]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Indonesia merupakan salah satu dari dua negara Islam yang telah mengantongi prakualifikasi WHO untuk vaksin yang diproduksi. Oleh karena itu, dalam pertemuan di Jedah pada Desember mendatang, Indonesia akan diajukan sebagai center of excellence di bidang vaksin untuk negara-negara Islam (OKI).

"Ada agenda yang sangat strategis yang sedang kita perjuangkan, yaitu membuat center of exellence. Ini yang kami ajukan di pertemuan-pertemuan OIC dan IDB," ujar Presiden Direktur Bio Farma Iskandar saat ditemui dalam penutupan Workshop Manajemen Vaksin Negara Islam di Exhibition Hall Bio Farma, Kamis (17/11).

Iskandar mengatakan pusat penelitian bersama penting untuk dimiliki negara-negara Islam jika berharap vaksin halal. Iskandar mengatakan sulit unuk berharap halal jika masih mengandalkan pusat penelitian lain.

Oleh karena itu, Iskandar mengatakan negara-negara Islam perlu memiliki pusat penelitian sendiri. Dengan begitu, negara-negara Islam dapat melakukan penelitian sendiri dan menghasilkan teknologi. "Kalau bersama-masa, masa tidak bisa?" lanjut Iskandar.

Di sisi lain, keberadaan center of excellence di bidang vaksin bagi negara-negara Islam juga dapat mendukung kemandirian dalam hal produksi vaksin. Di Indonesia, Iskandar mengatakan sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari luar negeri. Hal ini, lanjut Iskandar, masih mengindikasikan ketidakmandirian.

"Kalau ingin mandiri, harus punya center of excellence. Kalau tidak ada riset, jangan harap ada bahan baku obat yang seperti kita inginkan," jelas Iskandar.

Saat ini, Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu negara-negara OKI yang unggul dalam hal produksi vaksin. Dari 57 negara-negara Islam, hanya tujuh negara yang sudah memiliki pabrik vaksin sendiri. Di antara tujuh negara tersebut hanya Indonesia dan Senegal yang sudag mengantongi prakualifikasi World Health Organization (WHO) untuk vaksin-vaksin yang diproduksi.

Indonesia memiliki belasan vaksin produksi Bio Famra yang sudah mengantongi prakualifikasi WHO. Senegal memiliki satu vaksin yang sudah mengantongi prakualifikasi WHO untuk vaksin demam kuning.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum

  • Share to:
Download

Latest News

WHO 1
Tuesday, 15 September 2026
Bio Farma Achieves 100% in 2026 WHO Accreditation Assessment, Affirming Measles and Rubella Laboratory Competence
Bio Farma
Friday, 11 September 2026
Bio Farma Wins Indonesia Most Reputable Companies Award 2026, Reinforcing Reputation Built on Capability and Trust
Bio Rotavirus
Thursday, 3 September 2026
Bio-RV, a Neonatal Rotavirus Vaccine Developed Through Bio Farma–MCRI Collaboration, Receives Marketing Authorization from the Indonesian Food and Drug Authority, BPOM
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN