• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

ANTISIPASI DIFTERI dengan Imunisasi

Friday, 12 February 2016

 

APRILIA SAFITRI RAMDHANI

 

Gejala penyakit sangat menular ini mirip flu biasa.

 

Pada awal tahun ini, berbagai macam penyakit yang mungkin namanya sedikit asing di telinga masyarakat kembali bermunculan. Mulai dari penyakit akibat virus zika hingga difteri yang juga menyerang anak-anak.

Menurut spesialis anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed, difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Penyebabnya adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Untuk itu, perlu diamati jika anak terkena demam tinggi, badan batuk pilek, dan sulit bernapas. Patut dicurigai, gejala tersebut akibat bakteri yang menutupi saluran napas sehingga menyebabkan sumbatan. Akibat sumbatannya adalah kerusakan fungsi jantung sehingga kematian bisa terjadi.

"Dahulu penyakit ini sudah lama menghilang, sekarang muncul lagi. Ini diakibatkan sejak kecil bayi tidak diimunisasi DPT. Padahal, vaksinasi ini untuk mencegah penyakit difteri maupun penyakit-penyakit berbahaya lainnya, "katanya kepada Republika, Rabu (10/2).

Penyakit ini, menurutnya, juga dapat menyerang orang dewasa, meskipun kasusnya tidak banyak dibandingkan pada anak-anak. Ini terjadi karena sistem imun anak tidak sebaik orang dewasa sehinnga penyakit mudah masuk ke dalam tubuh.

Menurut konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis FKUI-RSCM tersebut, difteri harus diwaspadai karena penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kasus KLB. Penyakit ini juga ditularkan melalui udara dan sentuhan terhadap pasien yang menderita penyakit difteri.

"Penanganan difetri di rumah sakit memerlukan ruangan isolasi khusus. Pada kasus yang paling parah bahkan saluran pernapasan atau tenggorokan pasien harus dilubangi agar tetap bisa bernapas, "katanya memaparkan.

Senada dengan Hindra, spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita SpA, difteri sangat menular dari karier (pembawa), baik anak maupun dewasa yang tampak sehat kepada orang-orang di sekitarnya.

Gejala dan jenis difteri pun, menurutnya, bermacam-macam. Difteri hidung misalnya, gejala awal akan menyerupai flu biasa, pilek ringan, bisa disertai demam ataupun tidak. Namun, jika diperiksa lebih teliti, akan terlihat membran putih pada daerah septum di dalam hidung.

"Untuk difteri yang menyerang tonsil faring, gejala awal juga serak, lemas atau pusing. Dari pemeriksaan akan terlihat membran keabuan di dalam faring dan tonsil. Pada kasus yang lebih berat, pembengkakan jaringan lunak dan pembesaran kelenjar getah bening dapat menyebabkan gambaran bull neck, "ungkapnya.

Sementara, difteri laring biasanya akan memberikan gejala suara serak, napas berbunyi, dan batuk kering dengan demam tidak terlalu tinngi. Lain lagi dengan difetri kulit yang memberikan gejala, seperti luka dengan membran keabuan di kulit.

Kepala Pusat Data dan Informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Elizabeth Jane Soepardi MPH DSc mengungkapkan, kasus difteri di Indonesia muncul pada awal Januari 2016. Di Jawa Barat mencapai 16 pasien dengan dua orang meninggal dunia.

Menurut Jane, difteri harus dicegah melalui iminusasi DPT pada bayi dan anak umur 18 bulan di posyandu, rumah sakit, dan sekolah. "Semuanya diberikan secara gratis, " kata dia.

Pasien dapat sembuh total jika segera ditangani. Dokter anak dari Kemang Medical Care, dr Margareta Komalasari SpA, Mengimbau agar orang tua cepat tanggap jika melihat gejala-gejala penyakit ini. Langkah lainnya adalah menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan. "Lebih baik lagi bila orang tua melakukan imunisasi pada anak saat masih bayi, "kata dia.

 

Sumber : Republika

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela

Head of Corporate Communications Department.

PT Bio Farma (Persero)
Jl. Pasteur No. 28 Bandung – 40161 Indonesia
Phone : +62 22 2033755 ext. 37431
Fax : +62 22 2041306
Email : mail@biofarma.co.id
Web : www.biofarma.co.id

Twitter | Instagram | Youtube : @biofarmaID

 

 

 

 

 

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN