• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Ciletuh Menuju Geopark Dunia

Wednesday, 25 November 2015

PERLAHAN tetapi konsisten, pengembangan penataan kawasan konservasi alam Ciletuh terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak swasta secara bahu-membahu terus menerus membenahi kawasan yang digadang-gadang  bakal menjadi geopark berkelas dunia itu selesai pada 2017.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya menyatakan, untuk menjadi sebuah geopark dunia dan diakui UNESCO setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi. Taman Alam Ciletuh wajib memiliki keanekaragaman hayati, geologi dan kebudayaan lokal yang lestari. “Berdasarkan hasil penelitian para ahli di bidangnya masing-masing, Ciletuh bisa memenuhi persyaratan itu,” kata Sukmawijaya kepada “PR” seusai meresmikan sentra batik Rumah Batik Pakidulan di Kampung Cikaret, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi bebrapa waktu lalu.

Untuk syarat pertama, kesahihan usia bebatuan purba yang berada di Ciletuh akan sangat sulit diragukan. Para peneliti dari Fakultas Geologi Universitas Padjadjaran menyimpulkan, setelah diteliti selama 10 tahun, usia bebatuan di Ciletuh diperkirakan tak kurang dari 60 juta tahun. Dengan demikian, kawasan Ciletuh laik untuk disebut kawasan miniatur sejarah peradaban dunia. “Saat konferensi geopark kelas dunia di Kanada, Ciletuh sudah diperkenalkan,” kata bupati.

Mengenai persyaratan kedua, keragaman hayati di Ciletuh juga niscaya mampu memenuhi syarat. Hewan jenis gajah dan banteng diketahui pernah hidup di kawasan alam tersebut, tepatnya di wilayah kawasan suaka margasatwa Cikepuh. Kompleks wisata penyu di Pangumbahan Ujunggenteng  pun bisa menjadi bahan penilaian UNESCO. “Jadi, untuk dua persyaratan ini sudah terpenuhi. Sekarang, kami sedang berushaa menghidupkan  kembali beragam kebudayaan yang menjadi ciri khas Sukabumi,” katanya.

Target terealisasi 2017

Tiga keunikan yang menjadi syarat utama yang digariskan UNESCO itu ditargetkan terealisasi 2017. Puluhan air  terjun, bentangan garis pantai, keragaman hayati dan biologi sudah terbentuk indah di Ciletuh. Bupati mengatkan kerusakan alam akibat kawasan hulu Sungai Pasirpiring yang pada dasarnya masuk dalam  kawasan taman alam Ciletuh juga akan ditertibkan.

“Pembangunan infrastruktur juga terus dibenahi. Puluhan miliar dana dari pemerintah sudah dipersiapkan. Bantuan dari pihak swasta lewat dana CSR juga siap mengalir,” ujarnya.

Direktur Utama PT. BioFarma Iskandar menambahkan, sebagai mitra pemerintah dalam proses pembenahan dan pengembangan taman alam Ciletuh, pihaknya siap membantu merealisasi target. Dia optimistis, Geopark Ciletuh akan mendapat pengakuan dunia paling lambat dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Menurut dia, persyaratan kelestarian budaya lokal menjadi hal tersulit  yang harus dipenuhi.

“Kami membantu mencari,mendanai, mengawal, dan membenahi segala kebutuhan yang manjadi sarat dari UNESCO. Selain membantu melestarikan kebudayaan seperti mempromosikan batik pakidulan ke tingkat dunia, Bio Farma juga akan mendanai pembudidayaan ikan rumpon dan sidat. Kami juga sedang mencari makanan apa yang pantas untuk jadi ciri khas Ciletuh,” ucap Iskandar.

Persyaratan lain yang sedang dipersiapkan di antaranya membangun museum sebagai pusat informasi. Meskipun tidak mudah, segala tahapan yang disyaratkan UNESCO secara perlahan mulai terpenuhi. “Pada akhirnya, keberadaan Geopark Ciletuh ini tujuannya hanya satu, yaitu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar baik secara pendidikan maupun ekonomi,” katanya. (Dhita Seftiawan/”PR”)***

Sumber           : Pikiran Rakyat  

----------*****----------

  Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi: N. Nurlaela Arief Head of  Corporate Communications Dept. Email : lala@biofarma.co.id Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306    [:en]

PERLAHAN tetapi konsisten, pengembangan penataan kawasan konservasi alam Ciletuh terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak swasta secara bahu-membahu terus menerus membenahi kawasan yang digadang-gadang  bakal menjadi geopark berkelas dunia itu selesai pada 2017.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya menyatakan, untuk menjadi sebuah geopark dunia dan diakui UNESCO setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi. Taman Alam Ciletuh wajib memiliki keanekaragaman hayati, geologi dan kebudayaan lokal yang lestari. “Berdasarkan hasil penelitian para ahli di bidangnya masing-masing, Ciletuh bisa memenuhi persyaratan itu,” kata Sukmawijaya kepada “PR” seusai meresmikan sentra batik Rumah Batik Pakidulan di Kampung Cikaret, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi bebrapa waktu lalu.

Untuk syarat pertama, kesahihan usia bebatuan purba yang berada di Ciletuh akan sangat sulit diragukan. Para peneliti dari Fakultas Geologi Universitas Padjadjaran menyimpulkan, setelah diteliti selama 10 tahun, usia bebatuan di Ciletuh diperkirakan tak kurang dari 60 juta tahun. Dengan demikian, kawasan Ciletuh laik untuk disebut kawasan miniatur sejarah peradaban dunia. “Saat konferensi geopark kelas dunia di Kanada, Ciletuh sudah diperkenalkan,” kata bupati.

Mengenai persyaratan kedua, keragaman hayati di Ciletuh juga niscaya mampu memenuhi syarat. Hewan jenis gajah dan banteng diketahui pernah hidup di kawasan alam tersebut, tepatnya di wilayah kawasan suaka margasatwa Cikepuh. Kompleks wisata penyu di Pangumbahan Ujunggenteng  pun bisa menjadi bahan penilaian UNESCO. “Jadi, untuk dua persyaratan ini sudah terpenuhi. Sekarang, kami sedang berushaa menghidupkan  kembali beragam kebudayaan yang menjadi ciri khas Sukabumi,” katanya.

Target terealisasi 2017

Tiga keunikan yang menjadi syarat utama yang digariskan UNESCO itu ditargetkan terealisasi 2017. Puluhan air  terjun, bentangan garis pantai, keragaman hayati dan biologi sudah terbentuk indah di Ciletuh. Bupati mengatkan kerusakan alam akibat kawasan hulu Sungai Pasirpiring yang pada dasarnya masuk dalam  kawasan taman alam Ciletuh juga akan ditertibkan.

“Pembangunan infrastruktur juga terus dibenahi. Puluhan miliar dana dari pemerintah sudah dipersiapkan. Bantuan dari pihak swasta lewat dana CSR juga siap mengalir,” ujarnya.

Direktur Utama PT. BioFarma Iskandar menambahkan, sebagai mitra pemerintah dalam proses pembenahan dan pengembangan taman alam Ciletuh, pihaknya siap membantu merealisasi target. Dia optimistis, Geopark Ciletuh akan mendapat pengakuan dunia paling lambat dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Menurut dia, persyaratan kelestarian budaya lokal menjadi hal tersulit  yang harus dipenuhi.

“Kami membantu mencari,mendanai, mengawal, dan membenahi segala kebutuhan yang manjadi sarat dari UNESCO. Selain membantu melestarikan kebudayaan seperti mempromosikan batik pakidulan ke tingkat dunia, Bio Farma juga akan mendanai pembudidayaan ikan rumpon dan sidat. Kami juga sedang mencari makanan apa yang pantas untuk jadi ciri khas Ciletuh,” ucap Iskandar.

Persyaratan lain yang sedang dipersiapkan di antaranya membangun museum sebagai pusat informasi. Meskipun tidak mudah, segala tahapan yang disyaratkan UNESCO secara perlahan mulai terpenuhi. “Pada akhirnya, keberadaan Geopark Ciletuh ini tujuannya hanya satu, yaitu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar baik secara pendidikan maupun ekonomi,” katanya. (Dhita Seftiawan/”PR”)***

Sumber           : Pikiran Rakyat  

----------*****----------

  Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi: N. Nurlaela Arief Head of  Corporate Communications Dept. Email : lala@biofarma.co.id Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306    [:ID]

PERLAHAN tetapi konsisten, pengembangan penataan kawasan konservasi alam Ciletuh terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak swasta secara bahu-membahu terus menerus membenahi kawasan yang digadang-gadang  bakal menjadi geopark berkelas dunia itu selesai pada 2017.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya menyatakan, untuk menjadi sebuah geopark dunia dan diakui UNESCO setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi. Taman Alam Ciletuh wajib memiliki keanekaragaman hayati, geologi dan kebudayaan lokal yang lestari. “Berdasarkan hasil penelitian para ahli di bidangnya masing-masing, Ciletuh bisa memenuhi persyaratan itu,” kata Sukmawijaya kepada “PR” seusai meresmikan sentra batik Rumah Batik Pakidulan di Kampung Cikaret, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi bebrapa waktu lalu.

Untuk syarat pertama, kesahihan usia bebatuan purba yang berada di Ciletuh akan sangat sulit diragukan. Para peneliti dari Fakultas Geologi Universitas Padjadjaran menyimpulkan, setelah diteliti selama 10 tahun, usia bebatuan di Ciletuh diperkirakan tak kurang dari 60 juta tahun. Dengan demikian, kawasan Ciletuh laik untuk disebut kawasan miniatur sejarah peradaban dunia. “Saat konferensi geopark kelas dunia di Kanada, Ciletuh sudah diperkenalkan,” kata bupati.

Mengenai persyaratan kedua, keragaman hayati di Ciletuh juga niscaya mampu memenuhi syarat. Hewan jenis gajah dan banteng diketahui pernah hidup di kawasan alam tersebut, tepatnya di wilayah kawasan suaka margasatwa Cikepuh. Kompleks wisata penyu di Pangumbahan Ujunggenteng  pun bisa menjadi bahan penilaian UNESCO. “Jadi, untuk dua persyaratan ini sudah terpenuhi. Sekarang, kami sedang berushaa menghidupkan  kembali beragam kebudayaan yang menjadi ciri khas Sukabumi,” katanya.

Target terealisasi 2017

Tiga keunikan yang menjadi syarat utama yang digariskan UNESCO itu ditargetkan terealisasi 2017. Puluhan air  terjun, bentangan garis pantai, keragaman hayati dan biologi sudah terbentuk indah di Ciletuh. Bupati mengatkan kerusakan alam akibat kawasan hulu Sungai Pasirpiring yang pada dasarnya masuk dalam  kawasan taman alam Ciletuh juga akan ditertibkan.

“Pembangunan infrastruktur juga terus dibenahi. Puluhan miliar dana dari pemerintah sudah dipersiapkan. Bantuan dari pihak swasta lewat dana CSR juga siap mengalir,” ujarnya.

Direktur Utama PT. BioFarma Iskandar menambahkan, sebagai mitra pemerintah dalam proses pembenahan dan pengembangan taman alam Ciletuh, pihaknya siap membantu merealisasi target. Dia optimistis, Geopark Ciletuh akan mendapat pengakuan dunia paling lambat dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Menurut dia, persyaratan kelestarian budaya lokal menjadi hal tersulit  yang harus dipenuhi.

“Kami membantu mencari,mendanai, mengawal, dan membenahi segala kebutuhan yang manjadi sarat dari UNESCO. Selain membantu melestarikan kebudayaan seperti mempromosikan batik pakidulan ke tingkat dunia, Bio Farma juga akan mendanai pembudidayaan ikan rumpon dan sidat. Kami juga sedang mencari makanan apa yang pantas untuk jadi ciri khas Ciletuh,” ucap Iskandar.

Persyaratan lain yang sedang dipersiapkan di antaranya membangun museum sebagai pusat informasi. Meskipun tidak mudah, segala tahapan yang disyaratkan UNESCO secara perlahan mulai terpenuhi. “Pada akhirnya, keberadaan Geopark Ciletuh ini tujuannya hanya satu, yaitu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar baik secara pendidikan maupun ekonomi,” katanya. (Dhita Seftiawan/”PR”)***

Sumber           : Pikiran Rakyat  

----------*****----------

  Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi: N. Nurlaela Arief Head of  Corporate Communications Dept. Email : lala@biofarma.co.id Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306    [:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN