• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Forum Riset Life Science Akselerasi Hilirisasi

Wednesday, 5 July 2017

[:id]BANDUNG, suaramerdeka.com – Bio Farma kembali menggelar untuk kali ketujuh, Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2017 yang dijadwalkan digelar di Jakarta pada 30-31 Agustus mendatang.

Forum yang mengusung kemandirian riset itu bertujuan untuk melakukan akselerasi menuju hilirisasi sehingga produknya secepatnya dapat dinikmati masyarakat luas.

“Sejak awal, kita ingin forum ini dapat menghilirisasi produk dan mampu menjawab kebutuhan industri, meski untuk menghasilkan produknya bisa butuh waktu antara 10-15 tahun,” katanya di Bandung, Selasa (4/7).

Dia mengingatkan bahwa kegiatan tersebut tetap mengedepankan komitmen untuk memberikan obat murah dan berkualitas. Terlebih, pemerintah berupaya memfasilitasinya dengan keberadaan Inpres No 6/2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Kesehatan dan Alat Kesehatan.

Dalam forum tersebut, sejumlah konsorsium penelitian hadir di antaranya konsorsium TBC, HIV, Hepatitis B, Stem Cell, EPO, dan Dengue. Khusus Dengue, formulasinya tengah dilakukan dengan cakupan 4 stream.

“Dengue 1 dan 2 sudah capai 90 persen, tinggal 3-4. Masalahnya ini merupakan kombinasi, cukup rumit. Apakah di antaranya saling melemahkan misalnya, dan kenapa 4 karena kita tidak tahu nyamuk mana sebagai pemicunya nantinya,” tandasnya.

Dia menargetkan vaksin dengeu, yang berguna untuk demam berdarah bisa rampung pada 2020. Namun Sugeng mengingatkan proses tak kalah rumit sebelum jadi produk massal.

“Kemungkinan baru antigen terlebih dulu, karena kan untuk menjadi produk itu butuh uji klinis vaksin, clinical trial. Dan untuk lebih mempercepat itu tak bisa, karena prosesnya memang sangat ketat sekali,” jelasnya.

Ketua Panitia FRLN, Dr Maharani menambahkan bahwa forum tersenut merupakan sinergi berbagai pihak dengan penekanan hilirisasi produk termasuk bagi lembaga penelitian dan universitas yang terlibat.

“Untuk menunjang percepatan, yang perlu dirumuskan lebih lanjut adalah pentingnya keterlibatan periset, baik di PT, lembaga penelitian, regulator seperti BPOM, dan industri dalam berbagai penelitian dasar bidang life science di dunia,” jelasnya.dwi

Sumber : www.suaramerdeka.com

http://article.isentia.asia/viewarticles/default.aspx?acc=/h1KJT5BEjk=&app=KRJC/ilOPME=&file=CnDyBofLYDpdx3pBGxMo+zb3AeBmKjbkETHFAp4/GqXezgVo2GtymA==[:en]BANDUNG, suaramerdeka.com – Bio Farma kembali menggelar untuk kali ketujuh, Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2017 yang dijadwalkan digelar di Jakarta pada 30-31 Agustus mendatang.

Forum yang mengusung kemandirian riset itu bertujuan untuk melakukan akselerasi menuju hilirisasi sehingga produknya secepatnya dapat dinikmati masyarakat luas.

“Sejak awal, kita ingin forum ini dapat menghilirisasi produk dan mampu menjawab kebutuhan industri, meski untuk menghasilkan produknya bisa butuh waktu antara 10-15 tahun,” katanya di Bandung, Selasa (4/7).

Dia mengingatkan bahwa kegiatan tersebut tetap mengedepankan komitmen untuk memberikan obat murah dan berkualitas. Terlebih, pemerintah berupaya memfasilitasinya dengan keberadaan Inpres No 6/2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Kesehatan dan Alat Kesehatan.

Dalam forum tersebut, sejumlah konsorsium penelitian hadir di antaranya konsorsium TBC, HIV, Hepatitis B, Stem Cell, EPO, dan Dengue. Khusus Dengue, formulasinya tengah dilakukan dengan cakupan 4 stream.

“Dengue 1 dan 2 sudah capai 90 persen, tinggal 3-4. Masalahnya ini merupakan kombinasi, cukup rumit. Apakah di antaranya saling melemahkan misalnya, dan kenapa 4 karena kita tidak tahu nyamuk mana sebagai pemicunya nantinya,” tandasnya.

Dia menargetkan vaksin dengeu, yang berguna untuk demam berdarah bisa rampung pada 2020. Namun Sugeng mengingatkan proses tak kalah rumit sebelum jadi produk massal.

“Kemungkinan baru antigen terlebih dulu, karena kan untuk menjadi produk itu butuh uji klinis vaksin, clinical trial. Dan untuk lebih mempercepat itu tak bisa, karena prosesnya memang sangat ketat sekali,” jelasnya.

Ketua Panitia FRLN, Dr Maharani menambahkan bahwa forum tersenut merupakan sinergi berbagai pihak dengan penekanan hilirisasi produk termasuk bagi lembaga penelitian dan universitas yang terlibat.

“Untuk menunjang percepatan, yang perlu dirumuskan lebih lanjut adalah pentingnya keterlibatan periset, baik di PT, lembaga penelitian, regulator seperti BPOM, dan industri dalam berbagai penelitian dasar bidang life science di dunia,” jelasnya.dwi

Sumber : www.suaramerdeka.com

http://article.isentia.asia/viewarticles/default.aspx?acc=/h1KJT5BEjk=&app=KRJC/ilOPME=&file=CnDyBofLYDpdx3pBGxMo+zb3AeBmKjbkETHFAp4/GqXezgVo2GtymA==

 [:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN