• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Kemenkes Tegaskan Imunisasi MR Aman Digunakan

Wednesday, 16 August 2017

[:id]Jakarta, 15 Agustus 2017

Seiring beredarnya informasi negatif terkait imunisasi MR bagi kesehatan seperti kelumpuhan, Kementerian Kesehatan RI menegaskan vaksin tersebut aman bagi kesehatan. Hal tersebut berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh Komnas Pengkajian dan Pencegahan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI).

“Terkait penolakan imunisasi, Kemenkes melakukan pendekatan-pendekatan dengan mengefektifkan Komunikasi kepada mereka. Salah satunya  bekerja sama dengan Komnas KIPI,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, dr. Mohamad Subuh, MPPM, Selasa (15/8) di Jakarta.

Ketua Komnas PP KIPI dr. Hindra Irawan Satari mengatakan KIPI adalah setiap kejadian medik yang terjadi setelah pemberian vaksin bisa merupakan gejala, tanda, dan bisa juga pemeriksaan laboratorium.

“Tugas kami melakukan causality assessment. Kami mengkaji dari data-data yang ada sehingga bisa akhirnya mengklasifikasikan apakah kejadian pasca imunisasi ini ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan atau tidak,” kata Hindra.

Ada dua faktor utama yang dinilai, tambah Hindra pertama Konsep, yaitu mulainya vaksin diberikan sampai terjadinya kejadian pasca imunisasi. Kedua, apakah ada penyakit lain yang mendasarinya, atau kejadian pasca imunisasi itu terjadi karena memang anaknya sudah sakit.

Vaksin yang diberikan pada anak adalah virus yang dilemahkan. Sehingga akan ada reaksi pada tubuh terhadap bibit penyakit yang dilemahkan oleh virus tersebut.

“Karena virusnya hidup tidak langsung memberikan gejala, perlu waktu sampai terjadinya gejala,” ujar dr. Hindra.

Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian pasca munisasi yang serius sangat jarang terjadi.

 

Capaian Imunisasi Melebihi Target

Sampai Senin (14/8) pukul 18.00,  cakupan imunisasi mencapai 38,5 persen dari target 35 persen untuk bulan Agustus 2017

“Alhamdulilah animo masyarakat untuk imunisasi cukup besar. Tetapi yang harus terus kita monitoring adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang sifatnya penolakan,” tambah dr. Subuh.

Ia menambahkan kalau terjadi dugaan KIPI, jangan dikatakan langsung disebabkan oleh vaksin MR. Harusnya ada konfirmasi dan klarifikasi terlebih dahulu.

“Kalau ada kejadian pasca imunisasi di kabupaten maka dinas kabupaten harus melaporkannya kurang dari 24 jam,” kata dr. Subuh.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi ‘Halo Kemkes’ melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

 

Kepala Biro Komunikasi dan  Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH

NIP. 196110201988031013[:en]Jakarta, 15 Agustus 2017

Seiring beredarnya informasi negatif terkait imunisasi MR bagi kesehatan seperti kelumpuhan, Kementerian Kesehatan RI menegaskan vaksin tersebut aman bagi kesehatan. Hal tersebut berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh Komnas Pengkajian dan Pencegahan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI).

“Terkait penolakan imunisasi, Kemenkes melakukan pendekatan-pendekatan dengan mengefektifkan Komunikasi kepada mereka. Salah satunya  bekerja sama dengan Komnas KIPI,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, dr. Mohamad Subuh, MPPM, Selasa (15/8) di Jakarta.

Ketua Komnas PP KIPI dr. Hindra Irawan Satari mengatakan KIPI adalah setiap kejadian medik yang terjadi setelah pemberian vaksin bisa merupakan gejala, tanda, dan bisa juga pemeriksaan laboratorium.

“Tugas kami melakukan causality assessment. Kami mengkaji dari data-data yang ada sehingga bisa akhirnya mengklasifikasikan apakah kejadian pasca imunisasi ini ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan atau tidak,” kata Hindra.

Ada dua faktor utama yang dinilai, tambah Hindra pertama Konsep, yaitu mulainya vaksin diberikan sampai terjadinya kejadian pasca imunisasi. Kedua, apakah ada penyakit lain yang mendasarinya, atau kejadian pasca imunisasi itu terjadi karena memang anaknya sudah sakit.

Vaksin yang diberikan pada anak adalah virus yang dilemahkan. Sehingga akan ada reaksi pada tubuh terhadap bibit penyakit yang dilemahkan oleh virus tersebut.

“Karena virusnya hidup tidak langsung memberikan gejala, perlu waktu sampai terjadinya gejala,” ujar dr. Hindra.

Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian pasca munisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Capaian Imunisasi Melebihi Target

Sampai Senin (14/8) pukul 18.00,  cakupan imunisasi mencapai 38,5 persen dari target 35 persen untuk bulan Agustus 2017

“Alhamdulilah animo masyarakat untuk imunisasi cukup besar. Tetapi yang harus terus kita monitoring adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang sifatnya penolakan,” tambah dr. Subuh.

Ia menambahkan kalau terjadi dugaan KIPI, jangan dikatakan langsung disebabkan oleh vaksin MR. Harusnya ada konfirmasi dan klarifikasi terlebih dahulu.

“Kalau ada kejadian pasca imunisasi di kabupaten maka dinas kabupaten harus melaporkannya kurang dari 24 jam,” kata dr. Subuh.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi ‘Halo Kemkes’ melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan  Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH

NIP. 196110201988031013[:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN