• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Perkuat Surveilans Berbasis Laboratorium

Tuesday, 6 September 2016

JAKARTA, KOMPAS Untuk mengantisipasi penyebaran virus zika, surveilans berbasis laboratorium perlu diperkuat. Hal itu memerlukan kesadaran tenaga kesehatan untuk selalu mempertimbangkan dugaan zika pada pasien demam dan penguatan kapasitas laboratorium di daerah. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibowo, Senin (5/9), di Jakarta, mengatakan, surveilans berbasis laboratorium memerlukan laboratorium rujukan yang kompeten. Itu didukung jejaring laboratorium yang baik. "Laboratorium di daerah harus mampu mengambil dan mengirim sampel dengan baik," ujarnya. Laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, menjadi laboratorium rujukan nasional bagi penyakit Untuk jenis penyakit tertentu, laboratorium di Bio Farma dan Universitas Airlangga bisa dipakai. Laboratorium milik perguruan tinggi lain juga dapat digunakan. Jika diperlukan, Balitbangkes bisa berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sebab, lembaga Eijkman memiliki laboratorium riset.

Menegakkan diagnosis

Selain membangun jejaring laboratorium yang kuat, tenaga kesehatan juga perlu selalu mempertimbangkan kemungkinan infeksi zika pada tiap pasien demam. Jadi, sampel darah yang diambil tak hanya diperiksa apakah positif demam berdarah atau tidak, tetapi juga positif zika atau tidak. Di tempat terpisah, Prof Nasrin Kodim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, melalui data surveilans, pemerintah berpeluang menyelamatkan ribuan nyawa. Namun, untuk menghasilkan data kuat, sebaiknya surveilans dilakukan lembaga di luar Kemenkes. Lembaga itu langsung di bawah presiden, memiliki sumber daya dan sumber dana yang memadai untuk bertindak. Terkait kartu peringatan kesehatan (health alert card) yang diberikan kepada penumpang yang masuk ke Indonesia, menurut Hariadi, kartu itu hanya akan efektif jika masyarakat berperan aktif. Pemerintah harus realistis bahwa tak semua warga memanfaatkan kartu itu. (ADH)

 

Sumber : Kompas

JAKARTA, KOMPAS Untuk mengantisipasi penyebaran virus zika, surveilans berbasis laboratorium perlu diperkuat. Hal itu memerlukan kesadaran tenaga kesehatan untuk selalu mempertimbangkan dugaan zika pada pasien demam dan penguatan kapasitas laboratorium di daerah. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibowo, Senin (5/9), di Jakarta, mengatakan, surveilans berbasis laboratorium memerlukan laboratorium rujukan yang kompeten. Itu didukung jejaring laboratorium yang baik. "Laboratorium di daerah harus mampu mengambil dan mengirim sampel dengan baik," ujarnya. Laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, menjadi laboratorium rujukan nasional bagi penyakit Untuk jenis penyakit tertentu, laboratorium di Bio Farma dan Universitas Airlangga bisa dipakai. Laboratorium milik perguruan tinggi lain juga dapat digunakan. Jika diperlukan, Balitbangkes bisa berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sebab, lembaga Eijkman memiliki laboratorium riset.

Menegakkan diagnosis

Selain membangun jejaring laboratorium yang kuat, tenaga kesehatan juga perlu selalu mempertimbangkan kemungkinan infeksi zika pada tiap pasien demam. Jadi, sampel darah yang diambil tak hanya diperiksa apakah positif demam berdarah atau tidak, tetapi juga positif zika atau tidak. Di tempat terpisah, Prof Nasrin Kodim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, melalui data surveilans, pemerintah berpeluang menyelamatkan ribuan nyawa. Namun, untuk menghasilkan data kuat, sebaiknya surveilans dilakukan lembaga di luar Kemenkes. Lembaga itu langsung di bawah presiden, memiliki sumber daya dan sumber dana yang memadai untuk bertindak. Terkait kartu peringatan kesehatan (health alert card) yang diberikan kepada penumpang yang masuk ke Indonesia, menurut Hariadi, kartu itu hanya akan efektif jika masyarakat berperan aktif. Pemerintah harus realistis bahwa tak semua warga memanfaatkan kartu itu. (ADH)

Sumber : Kompas

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN