• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Bio Farma Jadi Kiblat Pembuatan Vaksin Negara-negara Islam

Tuesday, 15 November 2016

[:id]

[caption id="attachment_32029" align="alignleft" width="396"]Bio Farma jadi Kiblat Pembuatan Vaksin Negara Islam Kindom Of Saudi Arabia, Tarek Ibrahim Mahmoud berbincang dengan Corporate Secretary Bio Farma, M Rahman Rustan saat konferensi pers di Gedung Biofarma, Jl. Pasteur, Kota Bandung, Senin (14/11).[/caption]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hanya tujuh dari 57 negara-negara Islam di dunia yang sudah memiliki pabrik vaksin sendiri. Dari tujuh negara tersebut, hanya Indonesia dan Senegal yang sudah mengantongi prakualifikasi World Health Organization (WHO) untuk vaksin-vaksin yang diproduksi.

Berdasarkan capaian tersebut, negara-negara dari Kelompok Produsen Vaksin atau Vaccine Manufacturers Group (VMG) Negara Islam ingin belajar lebih jauh kepada Indonesia melalui PT Bio Farma terkait produksi vaksin. Dengan begitu, diharapkan akan semakin banyak negara-negara Islam yang menjadi lebih mandiri dalam penyediaan vaksin.

Ketua VMG sekaligus Direktur Arabio di Saudi Arabia, Tarek Ibrahim Mahmoud, mengatakan, negara-negara Islam anggota VMG, menaruh kepercayaan pada Bio Farma karena sudah memiliki 13 vaksin yang mendapat prakualifikasi WHO. Oleh karena itu, Tarek mengatakan pihaknya sangat mempercayai vaksin Bio Farmai baik dari sisi kualitas, keamanan maupun efikasinya (keampuhannya).

"OIC (Organization of Islamic Cooperation, Red) perlu belajar dari Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Kami sangat percaya dengan vaksin Bio Farma yang sudah mendapatkan pengakuan atau prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar Tarek saat ditemui dalam pertemuan VMG Negara Islam ketiga di Gedung Heritage PT Bio Farma, Bandung, Senin (14/11).

Tarek mengungkapkan, beberapa bentuk sinergi yang dilakukan ialah mempersiapkan investasi, pengembangan produk serta transfer teknologi dari Bio Farma. Rencana investasi, pengembangan produk dan transfer teknologi ini meliputi tiga vaksin yang diperlukan oleh negara Arab Saudi dan juga negara-negara teluk. Yaitu vaksin Campak, Tetanus Toxoid dan Pentavalent yang meliputi DTP, Hepatitis B serta Haemophilus Influenza type B.

Di samping itu, Tarek mengatakan pihaknya juga sedang melakukan proses registrasi untuk memenuhi kebutuhan vaksin-vaksin tersebut di negara-negara Islam, baik di Arab Saudi maupun negara teluk (Gulf Corporations Council). Seperti Bahrain, Irak, Oman, Qatar, Quwait dan Uni Emirat Arab. Tarek juga menambahkan pihaknya sedang melakukan penetrasi pasar ke wilayah Afrika Utara.

"Kami mengucapkan terima kasih dan mendukung program VMG yang bertujuan untuk kemandirian penyediaan vaksin bagi negara Islam. Kami berharap sinergi dengan Bio Farma tidak hanya jangka pendek tetapi hingga 20 tahun ke depan," lanjut Tarek.[:en]REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hanya tujuh dari 57 negara-negara Islam di dunia yang sudah memiliki pabrik vaksin sendiri. Dari tujuh negara tersebut, hanya Indonesia dan Senegal yang sudah mengantongi prakualifikasi World Health Organization (WHO) untuk vaksin-vaksin yang diproduksi.

Berdasarkan capaian tersebut, negara-negara dari Kelompok Produsen Vaksin atau Vaccine Manufacturers Group (VMG) Negara Islam ingin belajar lebih jauh kepada Indonesia melalui PT Bio Farma terkait produksi vaksin. Dengan begitu, diharapkan akan semakin banyak negara-negara Islam yang menjadi lebih mandiri dalam penyediaan vaksin.

Ketua VMG sekaligus Direktur Arabio di Saudi Arabia, Tarek Ibrahim Mahmoud, mengatakan, negara-negara Islam anggota VMG, menaruh kepercayaan pada Bio Farma karena sudah memiliki 13 vaksin yang mendapat prakualifikasi WHO. Oleh karena itu, Tarek mengatakan pihaknya sangat mempercayai vaksin Bio Farmai baik dari sisi kualitas, keamanan maupun efikasinya (keampuhannya).

"OIC (Organization of Islamic Cooperation, Red) perlu belajar dari Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Kami sangat percaya dengan vaksin Bio Farma yang sudah mendapatkan pengakuan atau prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)," ujar Tarek saat ditemui dalam pertemuan VMG Negara Islam ketiga di Gedung Heritage PT Bio Farma, Bandung, Senin (14/11).

Tarek mengungkapkan, beberapa bentuk sinergi yang dilakukan ialah mempersiapkan investasi, pengembangan produk serta transfer teknologi dari Bio Farma. Rencana investasi, pengembangan produk dan transfer teknologi ini meliputi tiga vaksin yang diperlukan oleh negara Arab Saudi dan juga negara-negara teluk. Yaitu vaksin Campak, Tetanus Toxoid dan Pentavalent yang meliputi DTP, Hepatitis B serta Haemophilus Influenza type B.

Di samping itu, Tarek mengatakan pihaknya juga sedang melakukan proses registrasi untuk memenuhi kebutuhan vaksin-vaksin tersebut di negara-negara Islam, baik di Arab Saudi maupun negara teluk (Gulf Corporations Council). Seperti Bahrain, Irak, Oman, Qatar, Quwait dan Uni Emirat Arab. Tarek juga menambahkan pihaknya sedang melakukan penetrasi pasar ke wilayah Afrika Utara.

"Kami mengucapkan terima kasih dan mendukung program VMG yang bertujuan untuk kemandirian penyediaan vaksin bagi negara Islam. Kami berharap sinergi dengan Bio Farma tidak hanya jangka pendek tetapi hingga 20 tahun ke depan," lanjut Tarek.[:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN