• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Teknologi Pengobatan Ginjal dan TB Buatan Dalam Negeri

Thursday, 25 August 2016

[:id]Liputan6.com, Bandung - Teknologi pengobatan berbasis life science produksi dalam negeri yang dimotori PT Bio Farma sejengkal lagi menuju tahap komersialisasi.

Dengan begitu, selain tercipta kemandirian produk, harganya otomatis akan lebih terjangkau oleh rakyat Indonesia karena impor bahan baku dan transfer teknologi di dalamnya menjadi sedikit.

Menurut dr. Maharani, peneliti senior Biofarma yang juga Ketua Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2016, kandidat produk nasional life science pertama adalah Erythropoietin (EPO) yang diimplementasikan untuk terapi anemia bagi penderita penyakit ginjal kronis. Hal ini sudah lebih dulu diawali momentum penting berupa penyerahan Research Cell Bank (RCB) EPO generasi kedua atau Darbepoetin Alfa dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI kepada PT Bio Farma pada akhir 2015 lalu.

Jika sudah dikomersialkan, beberapa tahun ke depan pasien kemoterapi dan penderita anemia berat yang disebabkan gagal ginjal kronis sudah bisa menggunakan obat buatan dalam negeri. Saat ini, produk di Tanah Air berupa EPO generasi pertama harus diimpor dengan harga cukup mahal.

Adapun RCB dihasilkan konsorsium riset yang dimotori Bio Farma, dengan menggandeng LIPI dan Universitas Gajah Mada sejak 2012. Basis penelitiannya sendiri dimulai sejak 2005 lalu.

Produknya kelak berbentuk sediaan injeksi dengan satuan International Unit atau IU. Ini memiliki keunggulan dibandingkan generasi pertama karena waktu paruh lebih panjang, sehingga pemberian pada pasien cukup sekali sepekan dibanding generasi sebelumnya yang mencapai dua hingga tiga kali sepekan.

N. Nurlaela Arief, Head of Corporate Communication PT Bio Farma, sebagai industri biotek negara, pihaknya langsung mengambil ancang-ancang dengan melakukan proses lanjutan dalam memproduksi obat tersebut.

"Rencananya, produksi akan berlangsung di pabrik baru Bio Farma di Jasinga, Bogor seluas 500 hektare yang dirancang dengan teknologi ramah lingkungan," kata Nurlaela, kepada Tekno Liputan6.com di Bandung, Rabu (24/8/2016).

Selain obat ginjal, sejumlah produk teknologi life science biosimiliar lain seperti Interferon, Immunoglobulin, dan Monoclonal Antibody sudah masuk rencana produksi. Bahkan, perusahaan yang sudah berusia 126 tahun ini sudah ambil ancang-ancang menggarap blood products dan diagnostics kits.

Blood product seperti albumin akan mempercepat pemulihan dan menjaga kondisi volume sirkulasi darah pasien saat kondisi trauma, pembedahan, pendarahan, perawatan luka bakar, dan pertukaran plasma. Sementara globulin berfungsi sebagai kekebalan tubuh pasif dengan meningkatkan titer antibodi pada setiap individu.

Maharani melanjutkan, implementasi teknologi life science kedua adalah antigen klon tuberkulosis (TB), yang akan diserahkan dari konsorsium riset TB kepada Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya diserahkan kepada Bio Farma guna pengembangan industri. Jika sebelumnya Biofarma memproduksi vaksin TB seperti BCG sebagai produk preventif (pencegahan), antigen ini berfungsi produk kuratif (pengobatan).

Menurut Maharani, Konsorsium TB ini dikoordinasikan oleh Pusat Biomedik dan Teknologi Dasar Kesehatan Litbangkes RI. Anggotanya terdiri dari Bio Farma, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadjah Mada. Selain itu ada pula lembaga-lembaga lainnya yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Jember, Unika Atma Jaya, dan RS Rotinsulu.

Sumber : http://m.liputan6.com/tekno/read/2585659/teknologi-pengobatan-ginjal-dan-tb-buatan-dalam-negeri[:en]Liputan6.com, Bandung - Teknologi pengobatan berbasis life science produksi dalam negeri yang dimotori PT Bio Farma sejengkal lagi menuju tahap komersialisasi.

Dengan begitu, selain tercipta kemandirian produk, harganya otomatis akan lebih terjangkau oleh rakyat Indonesia karena impor bahan baku dan transfer teknologi di dalamnya menjadi sedikit.

Menurut dr. Maharani, peneliti senior Biofarma yang juga Ketua Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2016, kandidat produk nasional life science pertama adalah Erythropoietin (EPO) yang diimplementasikan untuk terapi anemia bagi penderita penyakit ginjal kronis. Hal ini sudah lebih dulu diawali momentum penting berupa penyerahan Research Cell Bank (RCB) EPO generasi kedua atau Darbepoetin Alfa dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI kepada PT Bio Farma pada akhir 2015 lalu.

Jika sudah dikomersialkan, beberapa tahun ke depan pasien kemoterapi dan penderita anemia berat yang disebabkan gagal ginjal kronis sudah bisa menggunakan obat buatan dalam negeri. Saat ini, produk di Tanah Air berupa EPO generasi pertama harus diimpor dengan harga cukup mahal.

Adapun RCB dihasilkan konsorsium riset yang dimotori Bio Farma, dengan menggandeng LIPI dan Universitas Gajah Mada sejak 2012. Basis penelitiannya sendiri dimulai sejak 2005 lalu.

Produknya kelak berbentuk sediaan injeksi dengan satuan International Unit atau IU. Ini memiliki keunggulan dibandingkan generasi pertama karena waktu paruh lebih panjang, sehingga pemberian pada pasien cukup sekali sepekan dibanding generasi sebelumnya yang mencapai dua hingga tiga kali sepekan.

N. Nurlaela Arief, Head of Corporate Communication PT Bio Farma, sebagai industri biotek negara, pihaknya langsung mengambil ancang-ancang dengan melakukan proses lanjutan dalam memproduksi obat tersebut.

"Rencananya, produksi akan berlangsung di pabrik baru Bio Farma di Jasinga, Bogor seluas 500 hektare yang dirancang dengan teknologi ramah lingkungan," kata Nurlaela, kepada Tekno Liputan6.com di Bandung, Rabu (24/8/2016).

Selain obat ginjal, sejumlah produk teknologi life science biosimiliar lain seperti Interferon, Immunoglobulin, dan Monoclonal Antibody sudah masuk rencana produksi. Bahkan, perusahaan yang sudah berusia 126 tahun ini sudah ambil ancang-ancang menggarap blood products dan diagnostics kits.

Blood product seperti albumin akan mempercepat pemulihan dan menjaga kondisi volume sirkulasi darah pasien saat kondisi trauma, pembedahan, pendarahan, perawatan luka bakar, dan pertukaran plasma. Sementara globulin berfungsi sebagai kekebalan tubuh pasif dengan meningkatkan titer antibodi pada setiap individu.

Maharani melanjutkan, implementasi teknologi life science kedua adalah antigen klon tuberkulosis (TB), yang akan diserahkan dari konsorsium riset TB kepada Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya diserahkan kepada Bio Farma guna pengembangan industri. Jika sebelumnya Biofarma memproduksi vaksin TB seperti BCG sebagai produk preventif (pencegahan), antigen ini berfungsi produk kuratif (pengobatan).

Menurut Maharani, Konsorsium TB ini dikoordinasikan oleh Pusat Biomedik dan Teknologi Dasar Kesehatan Litbangkes RI. Anggotanya terdiri dari Bio Farma, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadjah Mada. Selain itu ada pula lembaga-lembaga lainnya yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Jember, Unika Atma Jaya, dan RS Rotinsulu.

 

Sumber : http://m.liputan6.com/tekno/read/2585659/teknologi-pengobatan-ginjal-dan-tb-buatan-dalam-negeri[:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN