Bio Farma Libatkan Karyawan dalam Inovasi Konservasi Mangrove Berbasis Teknologi di Karawang
Bandung, 30 September 2026 — PT Bio Farma (Persero) terus mendorong keterlibatan karyawan dalam menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Mangrove For Life (Beri Nama Mangrovemu) di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 24 September 2026.
Program ini menjadi ruang partisipasi bagi karyawan Bio Farma untuk terlibat langsung dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran, rasa memiliki, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Mangrove For Life mengusung pendekatan konservasi yang tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pemantauan, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan tanaman. Melalui penerapan geotagging dan QR Code, setiap mangrove memiliki identitas sehingga keberadaan dan perkembangannya dapat didokumentasikan dan dipantau secara lebih terstruktur.
Pendekatan tersebut juga memberikan pengalaman yang lebih personal bagi karyawan. Mangrove yang ditanam menjadi representasi kontribusi individu terhadap keberlanjutan lingkungan, sekaligus memungkinkan keterlibatan mereka berlanjut setelah kegiatan penanaman selesai.
Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, HSE, Aset dan Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, mengatakan bahwa Mangrove For Life merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menerjemahkan prinsip keberlanjutan ke dalam tindakan nyata sekaligus memperkuat keterlibatan karyawan.
“Melalui geotagging dan QR Code, setiap mangrove memiliki identitas, dan perkembangannya dapat dipantau secara lebih terstruktur. Kami ingin membangun keterikatan antara karyawan dan pohon yang mereka tanam sehingga kegiatan ini tidak berhenti pada momen penanaman. Semangat yang ingin kami bangun adalah semangat untuk tumbuh bersama. Ketika mangrove tumbuh, kepedulian terhadap lingkungan juga ikut tumbuh,” ungkap Adji.
Menurutnya, keterlibatan langsung karyawan merupakan bagian penting dalam membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.
“Kami ingin keberlanjutan tidak hanya menjadi program perusahaan, tetapi juga menjadi kesadaran bersama seluruh insan Bio Farma. Ketika karyawan terlibat langsung dan dapat mengikuti perkembangan mangrove yang mereka tanam, rasa memiliki terhadap program dan lingkungan akan tumbuh lebih kuat,” tambah Adji.
Pelibatan karyawan dalam program ini juga menjadi bagian dari upaya Bio Farma untuk membangun employee engagement melalui aktivitas yang memiliki nilai sosial dan lingkungan. Program TJSL dengan demikian tidak hanya memberikan dampak eksternal, tetapi juga memperkuat partisipasi, kebersamaan, dan kebanggaan karyawan terhadap kontribusi perusahaan dalam agenda keberlanjutan.
Pada saat yang sama, masyarakat tetap menjadi mitra utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Keterlibatan Bio Farma dalam konservasi mangrove di Desa Muarabaru telah berlangsung sejak 2023 bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan setempat, dengan tujuan memperkuat perlindungan pesisir sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
Ketua Cipta Pesona Desa (CPD) Muarabaru, Ahmad Fatoni, mengatakan konservasi menjadi salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk mendorong Desa Muarabaru menjadi semakin berdaya.
“Ketika desa kami termasuk salah satu desa tertinggal, itu menjadi keprihatinan tersendiri. Kami kemudian mencoba mencari jalan agar desa ini dapat menjadi desa yang berdaya. Salah satu langkah awal yang kami lakukan adalah melalui kegiatan konservasi,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, perubahan mulai dirasakan sejak Bio Farma terlibat dalam kegiatan konservasi. Kawasan pantai menjadi semakin hijau dan ekosistem pesisir mulai berkembang dengan hadirnya habitat udang, ikan, dan burung yang sebelumnya jarang ditemukan.
“Perubahan yang kami rasakan ketika Bio Farma hadir melakukan kegiatan konservasi, pantai kami semakin hijau dan kondisi abrasi semakin terkendali. Ekosistem di pesisir juga mulai berkembang. Habitat udang, ikan, ataupun burung mulai terlihat, padahal sebelumnya sangat jarang terjadi di sini,” jelas Ahmad.
Perkembangan tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II, Dedi Jatnika, menyampaikan bahwa kondisi mangrove di Desa Muarabaru menunjukkan perkembangan yang semakin baik berkat kolaborasi berbagai pihak.
Menurut Dedi, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada konsistensi pemeliharaan pasca-penanaman serta komitmen antara kelompok masyarakat dan perusahaan.
“Komitmen dari semua pihak adalah yang paling utama. Seperti yang dijalankan KTH Cipta Pesona di sini, kolaborasi dengan perusahaan memungkinkan tingkat keberhasilan tanam tumbuh mencapai lebih dari 90 persen dalam tiga tahun,” ungkap Dedi.
Mangrove memiliki fungsi penting sebagai perlindungan alami bagi kawasan pesisir, sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem dan menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.
“Kolaborasi semakin meningkat, itu yang kami harapkan. Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita harus bekerja sebagai tim untuk menyukseskan program penanaman mangrove,” tambah Dedi.
Melalui Mangrove For Life, Bio Farma memadukan teknologi, partisipasi karyawan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Pendekatan ini mendorong kegiatan konservasi bergerak dari sekadar penanaman menuju pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Selain konservasi mangrove, Bio Farma juga melanjutkan dukungan kepada masyarakat Desa Muarabaru melalui peningkatan sarana sanitasi sebagai tindak lanjut dari program TJSL yang telah berjalan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma terus mendorong program TJSL yang menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat keterlibatan insan perusahaan dalam proses penciptaan dampak tersebut.
Kolaborasi antara perusahaan, karyawan, masyarakat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ketahanan kawasan pesisir, serta tumbuhnya budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.
Ke depan, Bio Farma akan terus memperkuat inisiatif TJSL yang menghadirkan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat dan lingkungan serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi karyawan dalam agenda keberlanjutan perusahaan.
--o0o--
Untuk Informasi Media, Hubungi :
Komunikasi Perusahaan
PT Bio Farma (Persero)
Corcom@biofarma.co.id
ID
EN