• follow us
  • ID
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
search

Bio Farma Usulkan PMN Rp 2,21 Triliun Untuk Penambahan Fasilitas Baru Berstandar WHO

Senin, 15 Juli 2024

Jakarta – Bio Farma sebagai Holding BUMN Farmasi senantiasa mempersiapkan langkah transformasi, untuk mewujudkan Global Scale Health Care Company. Tujuan ini bisa dicapai melalui transformasi yang harus dilakukan oleh perusahaan.

Sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan meningkatkan daya saing global, Bio Farma mengusulkan PMN yang bersumber dari APBN tahun 2025 sebesar Rp 2,21 triliun yang akan diperuntukkan dalam pembangunan fasilitas produksi baru berstandar internasional sesuai dengan regulasi terkini dari BPOM dan WHO. Dengan adanya  tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), Bio Farma tetap berfokus terhadap pemenuhan kebutuhan vaksin program dari Pemerintah dan juga vaksin-vaksin prioritas untuk kebutuhan Global (WHO) seperti Vaksin Polio, Vaksin MR, Vaksin Rotavirus, Vaksin HPV dll. Dengan penambahan modal tersebut ditargetkan akan ada peningkatan kapasitas dan kapabilitas fasilitas produksi sebesar 1 miliar dosis di tahun 2030.

Saat ini Bio Farma telah mensuplai 13 dari 14 Vaksin Program Imunisasi Nasional (National Immunization Program) untuk menciptakan ketahanan kesehatan, mengingat salah satu dari tujuh agenda pembangunan di Indonesia dalam lima tahun mendatang adalah bagaimana kita memperkuat ketahanan ekonomi, dan yang terkait dalam sektor kesehatan Nasional. Pada tahun 2045 diperkirakan, jumlah penduduk Indonesia akan berjumlah 319 juta jiwa.

Direktur Utama Bio Farma Group, Shadiq Akasya mengatakan, dengan dukungan PMN tentunya secara langsung akan membantu penguatan komposisi permodalan perusahaan disamping investasi dari korporasi (self Investment) yang sudah berjalan saat ini.

“Pembangunan fasilitas dari dana PMN bertujuan untuk percepatan ketersediaan produk eksisting maupun produk baru bagi kebutuhan program vaksinasi Nasional (National Immunization Program) dan pemasok kebutuhan vaksin global. Dengan tambahan PMN juga diharapkan  akan mendorong rencana percepatan  kemandirian industri kesehatan Nasional serta tentunya keberlangsungan program vaksinasi Pemerintah selanjutnya”.

“Kami memastikan penggunaan dana PMN sesuai dengan peruntukannya dan bukan untuk program restrukturisasi dan penyehatan anak perusahaan. Bio Farma telah memiliki pengalaman dan dipercaya dalam mengelola berbagai grant dan funding dari lembaga internasional seperti CEPI, WHO dan BMGF dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sesuai  prinsip Good Corporate Governance (GCG)” papar Shadiq.

“Selain itu, untuk diketahui bahwa Bio Farma merupakan satu-satunya Perusahaan di dunia yang dipercaya untuk memproduksi stockpile vaksin polio yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia (WHO), untuk digunakan sebagai outbreak response kaitannya dengan program eradikasi penyakit Polio di dunia” tambah Shadiq, Jum’at  (12/7).

Lebih lanjut Bio Farma sebagai Global Life Science Industry memerlukan dukungan PMN dalam meningkatkan fasilitas produksi guna mendukung percepatan ketahanan kesehatan nasional maupun global, termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan program eradikasi penyakit-penyakit di di dunia.

Sementara itu, Iin Susanti, Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma menyampaikan, “Sesuai dengan komitmen untuk menghadirkan produk bermutu, Bio Farma saat ini tengah melakukan peremajaan fasilitas produksi yang sudah berumur di atas 20 tahun agar tetap memenuhi regulasi terbaru sesuai standar internasional. Kami secara bertahap terus melakukan investasi untuk mengantisipasi perubahan regulasi tersebut, serta meningkatkan kapasitas produksi terutama untuk produk-produk baru guna mendukung program imunisasi nasional maupun global”.

”Peruntukan dana PMN ini lebih kepada pembangunan sarana produksi berupa bangunan, peralatan dan mesin senilai Rp 2,21 triliun yang akan digunakan untuk memproduksi beberapa jenis produk vaksin dengan output 1 miliar dosis, yang terdiri dari 800 juta dosis bahan aktif (Drug Substances) dan 300 juta dosis produk jadi (Drug Product),” urainya.

Untuk diketahui, Bio Farma telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara di dunia. Dukungan PMN merupakan instrumen bagi Bio Farma untuk terus meningkatkan daya saing dan  memperluas pasar ekspor vaksinnya ke seluruh dunia serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.(*)

 

Untuk Informasi Media, Hubungi :

Komunikasi Perusahaan

PT Bio Farma (Persero)

Corcom@biofarma.co.id

 

 

  • Bagikan:
Download

Berita terbaru

Picture1
Kamis, 12 Februari 2026
Bio Farma Dorong Kemandirian Vaksin Negara OKI dalam 4th Meeting OIC Vaccine Manufacturers Group
Mudik gratis 2026 FA
Senin, 9 Februari 2026
Bio Farma Gelar "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026": Sediakan 11 Bus Gratis ke Kuningan, Wonogiri, Yogyakarta, dan Surabaya
inacraft
Jumat, 6 Februari 2026
Bio Farma Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional, Dukung 14 UMK Binaan Tampil di INACRAFT 2026
Selengkapnya

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • News

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Hak Cipta © 2026. Hak Cipta dilindungi. Bio Farma

Ganti Bahasa

ID
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
  • follow us
Ganti Bahasa
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN