Capaian Sempurna dalam Akreditasi WHO 2026 Tegaskan Kompetensi Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma
Bio Farma meraih skor 100 persen pada seluruh komponen penilaian numerik yang berlaku dalam assessment WHO 2026 serta memperoleh status Pass pada seluruh parameter molekuler yang dipersyaratkan. Hasil ini menegaskan kompetensi Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma dalam serologi, deteksi molekuler, dan genotyping, sekaligus menjadi pijakan untuk terus memperkuat kontribusi Bio Farma dalam jejaring surveilans nasional dan upaya eliminasi measles dan rubella.
Tim dan pihak terkait dalam rangkaian assessment akreditasi WHO 2026.
100 Persen yang Dibangun dari Konsistensi
Ada angka yang terlihat sederhana, tetapi menyimpan proses panjang di baliknya: 100 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu capaian utama Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma dalam assessment akreditasi WHO Measles and Rubella Laboratory Network tahun 2026.
Bio Farma memperoleh skor 100% pada seluruh komponen penilaian numerik yang berlaku, meliputi General Review, Serology Checklist, External Quality Assessment (EQA) dan Quality Control (QC) serologi measles dan rubella, serta Molecular Checklist. Selain itu, Bio Farma memperoleh status Pass pada EQA untuk molecular detection dan sequencing measles maupun rubella.
Hasil tersebut menempatkan Bio Farma sebagai laboratorium yang terakreditasi WHO untuk serologi, molecular detection, dan genotyping measles dan rubella. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi laboratorium Bio Farma memenuhi standar WHO yang dinilai sesuai dengan ruang lingkup pemeriksaannya.
Seratus persen bukan sekadar angka. Ia mencerminkan kompetensi, konsistensi, sistem mutu, dan kerja kolektif yang berjalan di dalam laboratorium.
Menilai Laboratorium Secara Menyeluruh
Assessment WHO terhadap Laboratorium Measles dan Rubella tidak hanya melihat kemampuan laboratorium dalam menghasilkan hasil pemeriksaan. Penilaian mencakup General Review, aspek serologi, EQA dan Quality Control, pemeriksaan molekuler, serta kompetensi genotyping sesuai ruang lingkup laboratorium.
Dengan cakupan tersebut, hasil assessment memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kemampuan laboratorium dalam menjalankan fungsi surveilans dan diagnostik measles dan rubella sesuai standar yang ditetapkan WHO.
Rangkaian on-site assessment WHO di Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma, Bandung, 22 Juli 2026.
Ketika WHO Menilai Kompetensi Bio Farma
Rangkaian assessment jaringan laboratorium measles dan rubella Indonesia berlangsung pada 20-31 Juli 2026. Khusus untuk Bio Farma, on-site assessment dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Laboratorium Departemen Lab Surveilans dan Virologi Terapan, Bandung.
Assessment dilakukan oleh Dr. Roger Evans dari WHO Regional Office for the Western Pacific, didampingi Dr. Joshua Harmani dari WHO Country Office Indonesia. Dalam rangkaian assessment jaringan laboratorium Indonesia tersebut turut terlibat perwakilan Kementerian Kesehatan dan laboratorium rujukan nasional BBLBK Jakarta.
Dari Bio Farma, assessment melibatkan manajemen dan tim teknis Laboratorium Measles dan Rubella di Departemen Lab Surveilans dan Virologi Terapan.
Hasil resmi assessment diterima Bio Farma pada 8 September 2026 melalui laporan akreditasi WHO yang menyatakan Bio Farma terakreditasi untuk pemeriksaan serologi, molecular detection, dan genotyping measles dan rubella.
Diskusi teknis dalam rangkaian assessment di area laboratorium Bio Farma.
Tiga Kompetensi yang Menjadi Kekuatan
Pengakuan WHO tersebut mencakup tiga ruang lingkup kompetensi utama:
|
SEROLOGI |
Mendukung pemeriksaan serologis dalam kegiatan surveilans measles dan rubella. |
|
MOLECULAR DETECTION |
Mendukung deteksi molekuler measles dan rubella sebagai bagian dari konfirmasi laboratorium. |
|
GENOTYPING |
Mendukung karakterisasi virus yang beredar serta membantu memahami pola dan rantai transmisi measles dan rubella. |
Kemampuan genotyping semakin penting dalam mendukung upaya eliminasi penyakit. Saat ini, Bio Farma Bandung bersama BBLBK Jakarta merupakan dua laboratorium di Indonesia yang memiliki kemampuan genotyping measles dan rubella.
Kemampuan genotyping semakin penting dalam mendukung upaya eliminasi penyakit. Saat ini, Bio Farma Bandung bersama BBLBK Jakarta merupakan dua laboratorium di Indonesia yang memiliki kemampuan genotyping measles dan rubella.
Melengkapi Ekosistem Vaksin Bio Farma
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa kontribusi Bio Farma dalam kesehatan masyarakat memiliki dimensi yang lebih luas. Sebagai institusi yang berperan dalam penyediaan vaksin, Bio Farma juga memiliki laboratorium surveilans measles dan rubella yang kompetensinya diakui sesuai standar WHO.
Namun, terdapat hal penting yang perlu dipahami: akreditasi WHO ini tidak secara langsung menilai atau mensertifikasi mutu produk vaksin MR. Ruang lingkup assessment adalah kompetensi laboratorium surveilans dan diagnostik.
Meski demikian, keberadaan laboratorium surveilans yang kompeten melengkapi kapabilitas Bio Farma dalam ekosistem vaksin, mulai dari produksi hingga pemantauan penyakit dan dinamika virus di masyarakat. Laboratorium tersebut mendukung tersedianya data untuk pemantauan epidemiologi, karakterisasi virus, serta evaluasi program pengendalian measles dan rubella.
Dari vaksin hingga surveilans, setiap kompetensi memiliki perannya masing-masing dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Di Balik Skor Sempurna
Pencapaian 100% tidak lahir dari satu faktor. Hasil tersebut merupakan buah dari penerapan sistem mutu secara konsisten, kompetensi dan pengalaman personel, kepatuhan terhadap prosedur dan standar WHO, partisipasi dalam program EQA, serta dukungan terhadap kalibrasi dan pemeliharaan peralatan laboratorium.
WHO secara khusus mencatat kekuatan Bio Farma berupa personel yang berpengalaman, performa EQA 100%, serta kompetensi yang baik dalam kegiatan genotyping. WHO juga mencatat keberadaan fungsi internal Bio Farma yang mendukung kalibrasi, servicing, dan pemeliharaan peralatan sebagai salah satu keunggulan bagi laboratorium.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas laboratorium tidak hanya dibangun melalui teknologi dan peralatan, tetapi juga melalui manusia, proses, sistem mutu, serta konsistensi dalam menjalankan standar.
100 Persen Bukan Garis Akhir
Bagi Bio Farma, pencapaian ini bukan alasan untuk berhenti. Justru sebaliknya, pengakuan tersebut menjadi pijakan untuk terus menjalankan continuous quality improvement.
WHO memberikan sejumlah rekomendasi pengembangan, antara lain melakukan review terhadap protokol genotyping dan PCR serta mempertimbangkan apakah jumlah sampel yang diperiksa secara molekuler perlu ditingkatkan. Bio Farma juga perlu menyelesaikan implementasi sistem NAR (New All Record), memperkuat peran dalam molecular detection dan genotyping di jejaring laboratorium nasional, serta mempertahankan dan memelihara viral isolation cell stocks.
Dengan demikian, standar yang telah dicapai bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan.
Memperkuat Jejaring Menuju Eliminasi
Laboratorium memiliki peran penting dalam jejaring surveilans. Hasil pemeriksaan yang berkualitas dapat mendukung pemantauan epidemiologi sekaligus memberikan informasi mengenai virus yang beredar. WHO menilai jaringan laboratorium measles dan rubella Indonesia sebagai jaringan dengan performa tinggi, kuat, dan memiliki keahlian yang baik.
Dalam jejaring tersebut, Bio Farma memiliki ruang lingkup kompetensi serologi, molecular detection, dan genotyping, dengan skor 100% pada seluruh komponen penilaian numerik yang berlaku serta status Pass pada seluruh parameter molekuler yang dipersyaratkan.
Akreditasi WHO memberikan pengakuan independen bahwa Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma mampu menjalankan pemeriksaan sesuai standar internasional. Pengakuan ini memperkuat kredibilitas Bio Farma sebagai bagian dari jejaring laboratorium measles dan rubella serta mendukung kontribusi Indonesia menuju eliminasi measles dan rubella.
Skor 100% merupakan pencapaian yang membanggakan, tetapi makna utamanya berada di balik angka tersebut: pengakuan terhadap kompetensi, konsistensi, sistem mutu, dan kerja kolektif Laboratorium Measles dan Rubella Bio Farma.
Bagi Bio Farma, pencapaian ini bukan akhir perjalanan, melainkan standar yang harus terus dijaga dan dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi surveilans serta upaya eliminasi measles dan rubella.
ID
EN