• follow us
  • ID
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
search

Forum Riset Life Science Bio Farma Hadirkan 350 Peneliti

Senin, 13 November 2017

[:id]REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bio Farma kembali menggelar Forum Riset Life Science Nasional ke 7 pada 30-31 Agustus 2017 di Jakarta. Forum ini, bertujuan untuk memperbaharui teknologi kesehatan terkini.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Sugeng Raharso, pada forum ini akan hadir 350 peneliti nasional yang akan bertukar pengetahuan. Selain itu, akan hadir narasumber dari Australia dan Jepang yang mengupdate teknologi terkini yang sedang ngetren di bidang inovasi teknologi dibidang kesehatan.

Sugeng mengatakan, sebagai tindak lanjut dari Simposium Forum Riset Produk Life Science Nasional (FRLN) 2016, Simposium FRLN 2017 ini mengusung tema Kemandirian Bangsa Dalam Riset Dan Inovasi Bidang Life Science. Simposium ini bertujuan, untuk percepatan kemandirian riset life sciences di dalam negeri.

"Simposium ini kami gelar sebagai realisasi dan tindak lanjut komitmen pemerintah untuk memberikan obat murah dan berkualitas pada masyarakat Indonesia," ujar Sugeng dalam jumpa pers, Selasa (4/7).

Forum ini pun, kata dia, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Percepatan dilakukan, untuk mewujudkan kemandirian industri farmasi dalam pengembangan produk, bahan baku, vaksin, produk bioteknologi dan alat kesehatan.

Untuk mewujudkan hal ini, kata dia, maka perlu riset dan inovasi yang didukung secara penuh oleh Pemerintah. Karena, pada umunya sebagian besar teknologi di bidang life science di Indonesia didapat melalui kerja sama dengan negara-negara maju melalui transfer teknologi.

"Pengembangan produk life science sangat memerlukan kemandirian di bidang teknologi, sehingga produk-produk yang dihasilkan akan mampu bersaing di pasar Internasional," katanya.

Sugeng berharap, forum ini bisa memperbaharui teknologi kesehatan yang paling baru untuk saat ini. Agar ke depannya, apa yang diteliti oleh peneliti akan terhubung dengan industri.

"Kalo enggak nanti hanya laporan saja, tidak menghasilkan produk. Dengan adanya industri masuk diharapkan bisa nge-link," katanya.

Sedangkan menurut Periset Senior Bio Farma, yang juga Ketua Panitia FRLN 2017, beberapa hasil penelitian sebagai hasil sinergi adalah konsorsium TBC, HIV, Hepatitis B, Stem Cell, EPO dan Dengue.

"Kami bersinergi dengan berbagai pihak. Jalinan kerja sama tersebut, terbukti mampu mengarahkan lembaga penelitian maupun universitas untuk hilirisasi produk life science," katanya.

Sumber : www.republika.co.id

http://article.isentia.asia/viewarticles/default.aspx?acc=/h1KJT5BEjk=&app=KRJC/ilOPME=&file=3VL6pLAQRaAQvB2p9YZMeKHcaR8pybImwP+cr6/1KazEuyboVqdzM/UsNspWzeN1[:en]REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bio Farma kembali menggelar Forum Riset Life Science Nasional ke 7 pada 30-31 Agustus 2017 di Jakarta. Forum ini, bertujuan untuk memperbaharui teknologi kesehatan terkini.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Sugeng Raharso, pada forum ini akan hadir 350 peneliti nasional yang akan bertukar pengetahuan. Selain itu, akan hadir narasumber dari Australia dan Jepang yang mengupdate teknologi terkini yang sedang ngetren di bidang inovasi teknologi dibidang kesehatan.

Sugeng mengatakan, sebagai tindak lanjut dari Simposium Forum Riset Produk Life Science Nasional (FRLN) 2016, Simposium FRLN 2017 ini mengusung tema Kemandirian Bangsa Dalam Riset Dan Inovasi Bidang Life Science. Simposium ini bertujuan, untuk percepatan kemandirian riset life sciences di dalam negeri.

"Simposium ini kami gelar sebagai realisasi dan tindak lanjut komitmen pemerintah untuk memberikan obat murah dan berkualitas pada masyarakat Indonesia," ujar Sugeng dalam jumpa pers, Selasa (4/7).

Forum ini pun, kata dia, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Percepatan dilakukan, untuk mewujudkan kemandirian industri farmasi dalam pengembangan produk, bahan baku, vaksin, produk bioteknologi dan alat kesehatan.

Untuk mewujudkan hal ini, kata dia, maka perlu riset dan inovasi yang didukung secara penuh oleh Pemerintah. Karena, pada umunya sebagian besar teknologi di bidang life science di Indonesia didapat melalui kerja sama dengan negara-negara maju melalui transfer teknologi.

"Pengembangan produk life science sangat memerlukan kemandirian di bidang teknologi, sehingga produk-produk yang dihasilkan akan mampu bersaing di pasar Internasional," katanya.

Sugeng berharap, forum ini bisa memperbaharui teknologi kesehatan yang paling baru untuk saat ini. Agar ke depannya, apa yang diteliti oleh peneliti akan terhubung dengan industri.

"Kalo enggak nanti hanya laporan saja, tidak menghasilkan produk. Dengan adanya industri masuk diharapkan bisa nge-link," katanya.

Sedangkan menurut Periset Senior Bio Farma, yang juga Ketua Panitia FRLN 2017, beberapa hasil penelitian sebagai hasil sinergi adalah konsorsium TBC, HIV, Hepatitis B, Stem Cell, EPO dan Dengue.

"Kami bersinergi dengan berbagai pihak. Jalinan kerja sama tersebut, terbukti mampu mengarahkan lembaga penelitian maupun universitas untuk hilirisasi produk life science," katanya.

Sumber : www.republika.co.id

http://article.isentia.asia/viewarticles/default.aspx?acc=/h1KJT5BEjk=&app=KRJC/ilOPME=&file=3VL6pLAQRaAQvB2p9YZMeKHcaR8pybImwP+cr6/1KazEuyboVqdzM/UsNspWzeN1

 

[:]

  • Bagikan:
Download

Berita terbaru

Picture1
Kamis, 12 Februari 2026
Bio Farma Dorong Kemandirian Vaksin Negara OKI dalam 4th Meeting OIC Vaccine Manufacturers Group
Mudik gratis 2026 FA
Senin, 9 Februari 2026
Bio Farma Gelar "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026": Sediakan 11 Bus Gratis ke Kuningan, Wonogiri, Yogyakarta, dan Surabaya
inacraft
Jumat, 6 Februari 2026
Bio Farma Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional, Dukung 14 UMK Binaan Tampil di INACRAFT 2026
Selengkapnya

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • News

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Hak Cipta © 2026. Hak Cipta dilindungi. Bio Farma

Ganti Bahasa

ID
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
  • follow us
Ganti Bahasa
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN