Jangan Abaikan HPV! Ini Cara Efektif Mencegah Kanker Serviks
Apa itu kanker serviks?
Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di bagian bawah rahim yang disebut leher rahim atau serviks. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel di area serviks tumbuh tidak terkendali dan berubah menjadi ganas. Kanker ini termasuk salah satu kanker yang paling umum menyerang perempuan, terutama di negara dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan.
Apa penyebab kanker serviks?
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi jangka panjang oleh virus Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe-tipe HPV yang bersifat onkogenik. Virus ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat menetap dalam tubuh. Jika tidak ditangani, infeksi HPV dapat menyebabkan perubahan sel di leher rahim (serviks) yang kemudian berkembang menjadi kanker.
Selain infeksi HPV, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks, yaitu:
- Merokok
- Sistem imun yang lemah, misalnya pada penderita HIV
- Riwayat keluarga dengan kanker serviks
- Infeksi menular seksual (seperti klamidia atau gonore)
- Melahirkan terlalu sering atau pada usia sangat muda
- Pola hidup tidak sehat, seperti pola makan buruk atau kurang olahraga
Penting untuk melakukan deteksi dini dan menjaga gaya hidup sehat guna menurunkan risiko terkena kanker serviks.
Gejala kanker serviks
Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Namun, ciri-ciri kanker serviks stadium awal yang bisa diwaspadai meliputi:
- Perdarahan tidak normal di luar siklus menstruasi
- Keputihan berlebihan atau berbau menyengat
- Rasa nyeri saat berhubungan intim
- Nyeri ringan di area panggul atau punggung bawah
Jika dibiarkan, penyakit ini bisa berkembang menjadi lebih parah. Pada kondisi yang lebih lanjut seperti stadium 4, apa yang dirasakan penderita kanker serviks bisa jauh lebih berat, seperti:
- Perdarahan hebat
- Rasa sakit kronis di area panggul atau pinggang
- Penurunan berat badan yang drastis
- Kesulitan buang air kecil atau besar akibat penyebaran kanker
Ciri-ciri kanker rahim juga bisa mirip dengan kanker serviks karena letaknya yang berdekatan, maka dari itu penting untuk dikenali sejak dini karena gejalanya bisa mirip dengan kanker serviks, mengingat letak keduanya yang berdekatan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Perdarahan abnormal, seperti perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah menopause
- Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah
- Perut terasa penuh, membesar, atau tidak nyaman
- Keputihan berlebihan, terkadang disertai bau yang tidak normal
Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
Kapan waktu yang tepat untuk vaksin kanker serviks?
Vaksinasi HPV adalah langkah pencegahan terbaik terhadap kanker serviks. Waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin ini adalah saat anak perempuan berusia 9–14 tahun, sebelum mereka mulai aktif secara seksual. Di Indonesia, vaksinasi HPV kini menjadi bagian dari program imunisasi nasional yang diberikan di sekolah dasar kelas 5 dan 6.
Dengan mengenali gejala kanker serviks sejak dini dan melakukan skrining seperti pap smear atau IVA test secara rutin, kemungkinan keberhasilan pengobatan akan jauh lebih tinggi. Deteksi dini dan vaksinasi adalah kunci utama untuk melindungi diri dari penyakit ini.
referensi:
WHO. 2024. Cervical cancer
kemenkes. 2024. Dunia Berupaya Mengeliminasi Kanker Serviks
WHO. 2024. WHO, UNFPA mengapresiasi upaya Indonesia mengeliminasi kanker serviks, mendorong strategi vaksin terpadu, dan memperkuat skrining
kemenkes. 2024. Gak Perlu Takut, Yuk Deteksi Dini Kanker Serviks
ID
EN
