Waspada DBD di Musim Kemarau: Cuaca Panas Bukan Berarti Bebas Nyamuk
Banyak orang mengira Demam Berdarah Dengue (DBD) hanya meningkat saat musim hujan. Padahal, memasuki musim kemarau, risiko DBD tetap perlu diwaspadai. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa nyamuk akan lebih sering menggigit ketika suhu meningkat, sehingga musim kemarau justru dapat meningkatkan potensi kasus DBD. Sementara itu, genangan air di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas masih menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Apa Itu DBD dan Bagaimana Gejalanya?
DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang umum muncul antara lain:
- Demam tinggi mendadak.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot dan sendi.
- Nyeri di belakang mata.
- Mual dan muntah.
- Ruam kemerahan.
- Perdarahan pada kondisi yang lebih berat.
Apabila mengalami demam tinggi selama 2–3 hari disertai gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Data DBD di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-17 tahun 2024 tercatat 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Angka ini mencakup 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan kematian terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi. Data ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata dan memerlukan kewaspadaan sepanjang tahun.
Cara Mencegah DBD dengan 3M Plus
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama DBD:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat tempat penyimpanan air.
- Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
- Plus: menggunakan lotion antinyamuk, memasang kawat kasa atau kelambu, menghindari menggantung pakaian terlalu lama, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.
Selain 3M Plus, Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa vaksin DBD kini sudah tersedia dan telah mendapatkan persetujuan dari BPOM sebagai salah satu upaya perlindungan tambahan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi DBD.
Komitmen Nasional Pengendalian DBD
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Indonesia bersama WHO telah meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Dengue 2021–2025. Strategi ini mencakup enam pendekatan utama, mulai dari penguatan pengelolaan vektor nyamuk, peningkatan tata laksana kasus, hingga pengembangan inovasi dan riset berbasis bukti untuk menekan beban penyakit dengue di Indonesia.
Musim kemarau bukan berarti bebas dari ancaman DBD. Dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini sepanjang tahun.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Waspada DBD di Musim Kemarau. https://www.kemkes.go.id/id/waspada-dbd-di-musim-kemarau
World Health Organization Indonesia. (2021). Mengakhiri Beban Infeksi Dengue: Indonesia Meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Dengue 2021–2025. https://www.who.int/indonesia/id/news-room/item/15-11-2021-ending-the-burden-of-dengue-infection-indonesia-launched-the-2021-2025-national-strategic-plan-for-dengue-control-programme
ID
EN