• Follow us
  • EN
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • About Us
    • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
search

Bio Farma Siap Luncurkan Tifoid Konjugat

Monday, 20 March 2017

[caption id="attachment_42321" align="alignleft" width="448"] Proses pembuatan vaksin di PT Biofarma[/caption]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT Bio Farma (Persero) akan meluncurkan vaksin tifoid konjugat pada awal 2019. Dari sekian banyak vaksin yang diteliti, vaksin tifoid sudah paling siap untuk diproduksi.

Menurut Project Integration Manager of Product Development Division PT Bio Farma (Persero), Erman Tritama secara global kebutuhan vaksin pencegah penyakit tifoid (tifus) tersebut diprediksi mencapai 180 juta dosis pada 2024. Namun, pada tahap awal, Bio Farma akan memproduksi minimal 20 juta dosis per tahun untuk memenuhi `kebutuhan dalam negeri.

"Permintaan global tinggi. Namun, prioritas utamanya kami akan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal. Jika ada kelebihan, baru akan diekspor," ujar Erman kepada wartawan pada Media Gathering Bio Farma Contribution to The World di Glamping Lakeside Rancabali, Kabupaten Bandung, Ahad (19/3).

Menurut Erman, selain vaksin tifoid konjugat, pada 2019 Bio Farma juga berencana meluncurkan beberapa vaksin. Yakni, vaksin ratovirus dan pneumo minimal masing-masing 20 juta dosis. Bio Farma juga akan meluncurkan biosimilar untuk kanker payudara.

"Secara teknologi, tifoid konjugat lebih baik dari dua vaksin tifoid yang saat ini ada di pasaran," katanya.

Eman mengatakan, kelebihan vaksin Tifoid konjugat, adalah bisa diberikan pada anak di bawah usia dua tahun. Sementara vaksin yang ada saat ini, tidak bisa diberikan pada anak bayi. Selain itu, vaksin tifoid konjugat juga bisa memproteksi lebih lama. Yakni, cukup diberikan dua kali untuk kekebalan seumur hidup.

"Tidak perlu diulang setiap dua atau tiga tahun. Kalau vaksin tifoid yang lain kan harus diulang," katanya.

Terkait harga, kata dia, PT Bio Farma rencananya akan memberikan harga lebih murah dari vaksin yang ada. Yakni, harganya akan kurang dari 30 persen dari harga vaksin tifoid yang beredar saat ini.

Sedangkan untuk biosimilar, kata Erman, Bio Farma akan meluncurkan segera produk tersebut setelah paten yang dimiliki produsen saat ini habis. Hak paten perusahaan tersebut, akan habis pada 2019.

"Target produksinya sama, 20 juta dosis per tahun. Harganya, 30 persen dari harga yang dibanderol produsen saat ini," kata Erman.

Saat ini, kata dia, harga biosimiliar kanker payudara saat ini adalah Rp 25 jutwa per dosis dan setiap penderita kaker payudara minimal harus melakukan lima kali terapi atau dengan kata lain memerlukan biaya minimal Rp 125 juta. PT Bio Farma sendiri, akan menetapkan harga sekitar Rp 7,5 juta per dosis.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/03/19/on246g368-bio-farma-siap-luncurkan-tifoid-konjugat[:en]REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT Bio Farma (Persero) akan meluncurkan vaksin tifoid konjugat pada awal 2019. Dari sekian banyak vaksin yang diteliti, vaksin tifoid sudah paling siap untuk diproduksi.

Menurut Project Integration Manager of Product Development Division PT Bio Farma (Persero), Erman Tritama secara global kebutuhan vaksin pencegah penyakit tifoid (tifus) tersebut diprediksi mencapai 180 juta dosis pada 2024. Namun, pada tahap awal, Bio Farma akan memproduksi minimal 20 juta dosis per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Permintaan global tinggi. Namun, prioritas utamanya kami akan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal. Jika ada kelebihan, baru akan diekspor," ujar Erman kepada wartawan pada Media Gathering Bio Farma Contribution to The World di Glamping Lakeside Rancabali, Kabupaten Bandung, Ahad (19/3).

Menurut Erman, selain vaksin tifoid konjugat, pada 2019 Bio Farma juga berencana meluncurkan beberapa vaksin. Yakni, vaksin ratovirus dan pneumo minimal masing-masing 20 juta dosis. Bio Farma juga akan meluncurkan biosimilar untuk kanker payudara.

"Secara teknologi, tifoid konjugat lebih baik dari dua vaksin tifoid yang saat ini ada di pasaran," katanya.

Eman mengatakan, kelebihan vaksin Tifoid konjugat, adalah bisa diberikan pada anak di bawah usia dua tahun. Sementara vaksin yang ada saat ini, tidak bisa diberikan pada anak bayi. Selain itu, vaksin tifoid konjugat juga bisa memproteksi lebih lama. Yakni, cukup diberikan dua kali untuk kekebalan seumur hidup.

"Tidak perlu diulang setiap dua atau tiga tahun. Kalau vaksin tifoid yang lain kan harus diulang," katanya.

Terkait harga, kata dia, PT Bio Farma rencananya akan memberikan harga lebih murah dari vaksin yang ada. Yakni, harganya akan kurang dari 30 persen dari harga vaksin tifoid yang beredar saat ini.

Sedangkan untuk biosimilar, kata Erman, Bio Farma akan meluncurkan segera produk tersebut setelah paten yang dimiliki produsen saat ini habis. Hak paten perusahaan tersebut, akan habis pada 2019.

"Target produksinya sama, 20 juta dosis per tahun. Harganya, 30 persen dari harga yang dibanderol produsen saat ini," kata Erman.

Saat ini, kata dia, harga biosimiliar kanker payudara saat ini adalah Rp 25 jutwa per dosis dan setiap penderita kaker payudara minimal harus melakukan lima kali terapi atau dengan kata lain memerlukan biaya minimal Rp 125 juta. PT Bio Farma sendiri, akan menetapkan harga sekitar Rp 7,5 juta per dosis.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/03/19/on246g368-bio-farma-siap-luncurkan-tifoid-konjugat

 

 

[:]

  • Share to:
Download

Latest News

DSC09771
Tuesday, 9 December 2025
Bio Farma Receives Official Visit from the Governor of Victoria to Strengthen Strategic Cooperation in Health and Biotechnology
DCVMN
Wednesday, 5 November 2025
26th DCVMN AGM Successfully Held: Bio Farma and DCVMN Strengthen Global Collaboration to Build a Resilient and Inclusive Vaccine Ecosystem
WhatsApp Image 2025-10-30 at 13.39.28
Thursday, 30 October 2025
Strengthening Global Collaboration to Build a Resilient and Sustainable Vaccine Ecosystem
View more

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • Media Release

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Copyright © 2026. All Rights Reserved by Bio Farma

Change Language

EN
  • About Us
    • Company Profile
      • Company Profile
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • History
    • Management
      • Commisioners
      • Directors
    • Research & Development
    • Our Achievement
      • Awards
      • Certification
    • Report
      • Annual Report
      • Sustainability
  • Product & Services
    • Our Distribution
    • Product & Services
      • Life Sciences
      • Providers of Health Services & Products
      • Trade, Distribution of Medicines & Medical Devices
    • Immunization Services
    • Cervical Cancer Screening Service
    • FAQ
  • Media & Information
    • News
      • All News
      • Global Roles
      • Products & Services
      • CSR
    • Health Articles
    • Health FAQ
    • Our Procurement
  • Corporation
    • Good Corporate Governance
    • Our Commitment
    • CSR
    • LHKPN
      • Lapor
  • Career
    • Career
    • Recruitment
  • PPID
  • Contact Us
  • Follow us
Change Language
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN