• follow us
  • ID
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
search

Bio Farma Siap Luncurkan Tifoid Konjugat

Senin, 13 November 2017

[caption id="attachment_42321" align="alignleft" width="448"] Proses pembuatan vaksin di PT Biofarma[/caption]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT Bio Farma (Persero) akan meluncurkan vaksin tifoid konjugat pada awal 2019. Dari sekian banyak vaksin yang diteliti, vaksin tifoid sudah paling siap untuk diproduksi.

Menurut Project Integration Manager of Product Development Division PT Bio Farma (Persero), Erman Tritama secara global kebutuhan vaksin pencegah penyakit tifoid (tifus) tersebut diprediksi mencapai 180 juta dosis pada 2024. Namun, pada tahap awal, Bio Farma akan memproduksi minimal 20 juta dosis per tahun untuk memenuhi `kebutuhan dalam negeri.

"Permintaan global tinggi. Namun, prioritas utamanya kami akan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal. Jika ada kelebihan, baru akan diekspor," ujar Erman kepada wartawan pada Media Gathering Bio Farma Contribution to The World di Glamping Lakeside Rancabali, Kabupaten Bandung, Ahad (19/3).

Menurut Erman, selain vaksin tifoid konjugat, pada 2019 Bio Farma juga berencana meluncurkan beberapa vaksin. Yakni, vaksin ratovirus dan pneumo minimal masing-masing 20 juta dosis. Bio Farma juga akan meluncurkan biosimilar untuk kanker payudara.

"Secara teknologi, tifoid konjugat lebih baik dari dua vaksin tifoid yang saat ini ada di pasaran," katanya.

Eman mengatakan, kelebihan vaksin Tifoid konjugat, adalah bisa diberikan pada anak di bawah usia dua tahun. Sementara vaksin yang ada saat ini, tidak bisa diberikan pada anak bayi. Selain itu, vaksin tifoid konjugat juga bisa memproteksi lebih lama. Yakni, cukup diberikan dua kali untuk kekebalan seumur hidup.

"Tidak perlu diulang setiap dua atau tiga tahun. Kalau vaksin tifoid yang lain kan harus diulang," katanya.

Terkait harga, kata dia, PT Bio Farma rencananya akan memberikan harga lebih murah dari vaksin yang ada. Yakni, harganya akan kurang dari 30 persen dari harga vaksin tifoid yang beredar saat ini.

Sedangkan untuk biosimilar, kata Erman, Bio Farma akan meluncurkan segera produk tersebut setelah paten yang dimiliki produsen saat ini habis. Hak paten perusahaan tersebut, akan habis pada 2019.

"Target produksinya sama, 20 juta dosis per tahun. Harganya, 30 persen dari harga yang dibanderol produsen saat ini," kata Erman.

Saat ini, kata dia, harga biosimiliar kanker payudara saat ini adalah Rp 25 jutwa per dosis dan setiap penderita kaker payudara minimal harus melakukan lima kali terapi atau dengan kata lain memerlukan biaya minimal Rp 125 juta. PT Bio Farma sendiri, akan menetapkan harga sekitar Rp 7,5 juta per dosis.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/03/19/on246g368-bio-farma-siap-luncurkan-tifoid-konjugat[:en]REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT Bio Farma (Persero) akan meluncurkan vaksin tifoid konjugat pada awal 2019. Dari sekian banyak vaksin yang diteliti, vaksin tifoid sudah paling siap untuk diproduksi.

Menurut Project Integration Manager of Product Development Division PT Bio Farma (Persero), Erman Tritama secara global kebutuhan vaksin pencegah penyakit tifoid (tifus) tersebut diprediksi mencapai 180 juta dosis pada 2024. Namun, pada tahap awal, Bio Farma akan memproduksi minimal 20 juta dosis per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Permintaan global tinggi. Namun, prioritas utamanya kami akan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan lokal. Jika ada kelebihan, baru akan diekspor," ujar Erman kepada wartawan pada Media Gathering Bio Farma Contribution to The World di Glamping Lakeside Rancabali, Kabupaten Bandung, Ahad (19/3).

Menurut Erman, selain vaksin tifoid konjugat, pada 2019 Bio Farma juga berencana meluncurkan beberapa vaksin. Yakni, vaksin ratovirus dan pneumo minimal masing-masing 20 juta dosis. Bio Farma juga akan meluncurkan biosimilar untuk kanker payudara.

"Secara teknologi, tifoid konjugat lebih baik dari dua vaksin tifoid yang saat ini ada di pasaran," katanya.

Eman mengatakan, kelebihan vaksin Tifoid konjugat, adalah bisa diberikan pada anak di bawah usia dua tahun. Sementara vaksin yang ada saat ini, tidak bisa diberikan pada anak bayi. Selain itu, vaksin tifoid konjugat juga bisa memproteksi lebih lama. Yakni, cukup diberikan dua kali untuk kekebalan seumur hidup.

"Tidak perlu diulang setiap dua atau tiga tahun. Kalau vaksin tifoid yang lain kan harus diulang," katanya.

Terkait harga, kata dia, PT Bio Farma rencananya akan memberikan harga lebih murah dari vaksin yang ada. Yakni, harganya akan kurang dari 30 persen dari harga vaksin tifoid yang beredar saat ini.

Sedangkan untuk biosimilar, kata Erman, Bio Farma akan meluncurkan segera produk tersebut setelah paten yang dimiliki produsen saat ini habis. Hak paten perusahaan tersebut, akan habis pada 2019.

"Target produksinya sama, 20 juta dosis per tahun. Harganya, 30 persen dari harga yang dibanderol produsen saat ini," kata Erman.

Saat ini, kata dia, harga biosimiliar kanker payudara saat ini adalah Rp 25 jutwa per dosis dan setiap penderita kaker payudara minimal harus melakukan lima kali terapi atau dengan kata lain memerlukan biaya minimal Rp 125 juta. PT Bio Farma sendiri, akan menetapkan harga sekitar Rp 7,5 juta per dosis.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/03/19/on246g368-bio-farma-siap-luncurkan-tifoid-konjugat

 

 

[:]

  • Bagikan:
Download

Berita terbaru

Picture1
Kamis, 12 Februari 2026
Bio Farma Dorong Kemandirian Vaksin Negara OKI dalam 4th Meeting OIC Vaccine Manufacturers Group
Mudik gratis 2026 FA
Senin, 9 Februari 2026
Bio Farma Gelar "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026": Sediakan 11 Bus Gratis ke Kuningan, Wonogiri, Yogyakarta, dan Surabaya
inacraft
Jumat, 6 Februari 2026
Bio Farma Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional, Dukung 14 UMK Binaan Tampil di INACRAFT 2026
Selengkapnya

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • News

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Hak Cipta © 2026. Hak Cipta dilindungi. Bio Farma

Ganti Bahasa

ID
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
  • follow us
Ganti Bahasa
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN