Campak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan ditandai dengan demam tinggi, sakit tenggorokan, serta munculnya ruam merah pada kulit. Penyakit ini biasanya berawal dari infeksi pada saluran pernapasan sebelum kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Penularan penyakit campak terjadi melalui percikan air liur atau droplet dari penderita saat batuk, bersin, atau berbicara. Virus tersebut dapat masuk ke tubuh orang lain melalui hidung atau mulut sehingga infeksi dapat terjadi dengan mudah.
Meskipun sering dialami oleh anak-anak, campak pada dewasa juga dapat terjadi, terutama pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Penyebab Campak
Penyakit campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Virus ini dapat menyebar melalui percikan ludah dari mulut atau hidung penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.
Selain itu, seseorang juga dapat tertular campak setelah menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh hidung atau mulutnya.
Risiko seseorang terkena campak dapat meningkat pada beberapa kondisi berikut:
Bayi yang belum cukup usia untuk mendapatkan vaksin
Belum mendapatkan vaksin campak atau vaksin MMR secara lengkap
Tinggal bersama atau merawat orang yang terinfeksi campak
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau kanker
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Pada tahap awal, gejala yang muncul sering kali menyerupai flu.
Beberapa gejala campak yang umum terjadi antara lain:
- Demam
- Lemas
- Pilek atau hidung tersumbat
- Batuk kering
- Diare
- Muntah
- Nafsu makan menurun
- Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
- Muncul bercak putih di dalam mulut
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, biasanya akan timbul ruam kemerahan pada wajah dan leher. Ruam ini kemudian dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh. Pada awalnya ruam berbentuk bintik-bintik kecil, namun lama-kelamaan dapat menyatu dan membentuk ruam yang lebih besar.
Ruam pada penyakit campak umumnya dapat bertahan selama sekitar lima hingga tujuh hari sebelum akhirnya memudar.
Campak pada Dewasa
Meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak, campak pada dewasa tetap dapat terjadi. Risiko infeksi lebih tinggi pada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin campak atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Pada beberapa kasus, infeksi campak pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak. Oleh karena itu, vaksinasi tetap penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini.
Kapan harus ke dokter?
Jika mengalami gejala campak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar penanganan dapat diberikan sejak dini dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Ibu hamil juga disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila melakukan kontak dengan penderita campak atau orang yang mengalami gejala campak.
Infeksi campak pada kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, bahkan keguguran.
Pengobatan Campak
Pada sebagian besar kasus, penyakit campak dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, perawatan tetap diperlukan untuk membantu meredakan gejala yang muncul.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan antara lain:
- Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
- Memberikan ASI yang cukup pada bayi
- Mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran dokter
- Beristirahat yang cukup
- Mengonsumsi makanan sehat dan mudah ditelan
- Menggunakan obat batuk bila diperlukan
- Memberikan kompres hangat jika mata merah dan berair
- Mengonsumsi suplemen vitamin A sesuai saran dokter
Pada orang yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak, vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah paparan virus untuk membantu mengurangi keparahan gejala.
Sementara itu, pada bayi, ibu hamil, atau pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dokter dapat memberikan suntikan antibodi untuk membantu mengurangi risiko penyakit yang lebih berat.
Komplikasi Campak
Sebagian besar penderita campak dapat pulih tanpa komplikasi serius. Namun pada beberapa kondisi, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Dehidrasi akibat diare dan muntah
- Infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
- Peradangan pita suara atau laringitis
- Pneumonia
- Kebutaan
- Kejang akibat demam tinggi
Pada kasus yang jarang terjadi, campak juga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti radang otak (ensefalitis), hepatitis, radang selaput jantung (perikarditis), serta gangguan pembekuan darah.
Cara Mencegah Penyakit Campak
Cara paling efektif untuk mencegah penyakit campak adalah dengan mendapatkan vaksinasi campak atau vaksin MMR.
Imunisasi campak umumnya diberikan pada anak sejak usia 9 bulan. Selanjutnya, vaksin MMR dapat diberikan kembali pada usia 12–18 bulan dan diulang pada usia 5–7 tahun.
Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin campak juga dapat menerima imunisasi sebanyak dua dosis dengan jarak sekitar 28 hari antara dosis pertama dan kedua.
Bagi wanita yang merencanakan kehamilan, vaksin MMR sebaiknya diberikan setidaknya satu bulan sebelum kehamilan karena vaksin ini tidak dianjurkan selama masa kehamilan.
Referensi
World Health Organization. 2023. Measles Fact Sheet
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Waspada Campak Jadi Komplikasi Sebabkan Penyakit Berat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. KLB Campak Meningkat, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Lengkap
ID
EN
