HPV: Pengertian, Gejala, Risiko, dan Upaya Pencegahan

Apa Itu HPV?
HPV adalah singkatan dari Human Papillomavirus, yaitu virus yang dapat menginfeksi permukaan kulit dan selaput lendir tubuh. Infeksi HPV dapat terjadi di berbagai area, termasuk kulit, mulut, hingga organ reproduksi.
Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa jenis HPV berisiko menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker serviks pada wanita.
Menurut Kementerian Kesehatan, infeksi HPV merupakan salah satu penyebab utama kanker serviks, yang merupakan salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia.
Penyebab dan Cara Penularan HPV
Virus HPV hidup di lapisan permukaan kulit dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil yang sering tidak disadari. Penularan HPV dapat terjadi melalui:
- Kontak langsung antar kulit
- Hubungan seksual dengan penderita
- Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan
Risiko seseorang terinfeksi HPV dapat meningkat pada kondisi berikut:
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
- Memiliki riwayat penyakit menular seksual
- Memiliki luka terbuka pada kulit
- Sering berganti pasangan seksual
Gejala HPV
Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun pada beberapa kasus, virus ini dapat menyebabkan munculnya kutil di berbagai bagian tubuh.
Beberapa bentuk gejala HPV antara lain:
- Kutil pada tangan, jari, atau lengan yang terasa kasar
- Kutil di telapak kaki yang terasa keras dan tidak nyaman saat berjalan
- Kutil datar di wajah, terutama pada anak-anak
- Kutil kelamin yang berbentuk menyerupai kembang kol dan dapat menimbulkan rasa gatal
Pada jenis HPV berisiko tinggi, infeksi dapat terjadi tanpa gejala, namun menyebabkan perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker, terutama kanker serviks.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami kondisi berikut:
- Muncul kutil di area tubuh, terutama di kelamin atau anus
- Kutil terasa nyeri, berdarah, atau semakin membesar
- Kutil mengganggu aktivitas sehari-hari
- Terjadi perubahan tidak normal pada area kelamin seperti luka atau perdarahan
Pemeriksaan dini penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Diagnosis HPV
Untuk mendeteksi infeksi HPV, terutama pada wanita, dokter dapat melakukan:
- Pemeriksaan IVA
- Pap smear untuk melihat perubahan sel serviks
- Tes HPV DNA untuk mendeteksi jenis virus berisiko tinggi
- Pemeriksaan fisik
- Biopsi
Pengobatan HPV
Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika muncul kutil, penanganan dapat dilakukan untuk meredakan gejala.
Beberapa metode yang dapat dilakukan meliputi:
- Pemberian obat oles
- Krioterapi untuk membekukan kutil
- Kauter atau tindakan listrik
- Operasi atau terapi laser
Penanganan ini bertujuan untuk menghilangkan kutil, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan virus HPV dari dalam tubuh.
Komplikasi HPV
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi HPV dapat menyebabkan:
- Kutil yang menyebar atau membesar
- Luka pada saluran pernapasan atas
- Kanker serviks
- Kanker anus
- Kanker pada area mulut dan tenggorokan
Pada wanita hamil, HPV juga dapat menimbulkan gangguan selama kehamilan atau persalinan.
Pencegahan HPV
Cara paling efektif untuk mencegah infeksi HPV adalah melalui imunisasi HPV. Vaksin HPV adalah vaksin yang berfungsi melindungi tubuh dari jenis HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks. Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemberian vaksin HPV sebagai bagian dari program imunisasi nasional dengan jadwal:
- Anak perempuan usia 9–13 tahun: 2 dosis dengan jarak 12 bulan
- Usia di atas 13 tahun: 3 dosis sesuai jadwal
Imunisasi juga dianjurkan bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya.
HPV pada Pria
Selain pada wanita, HPV juga dapat menyerang pria. Infeksi HPV pada pria dapat menyebabkan kutil kelamin serta meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker pada area tenggorokan.
Karena sering tidak menimbulkan gejala, infeksi HPV pada pria kerap tidak disadari dan dapat menularkan virus ke pasangan. Oleh karena itu, vaksinasi HPV juga penting bagi pria sebagai upaya pencegahan.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi
World Health Organization. 2024. Human Papillomavirus (HPV) and Cancer
World Health Organization. 2024. Immunization, Vaccines and Biologicals: Human Papillomavirus (HPV)
Mayo Clinic. 2024. HPV Infection - Symptoms and causes
ID
EN