• follow us
  • ID
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
search

Industri: potensi pengembangan vaksin Indonesia besar

Senin, 13 November 2017

[:id]Bandung (ANTARA News) - Potensi pengembangan vaksin dinilai masih sangat besar mengingat banyaknya keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sebagai bahan baku zat aktif vaksin, kata Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Rahman Rustan.

"Bahan baku asalnya dari virus dan bakteri. Ini salah satu biodiversity kita juga yang tinggi, harusnya kita manfaatkan," kata Rahman di Bandung, Minggu.

Bahkan Rahman menyebut ada mikroorganisme asal Indonesia yang dibawa oleh peneliti asing untuk dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan vaksin dan produk pengobatan biologi lainnya.

"Banyak sekali plasma nutfah (pembawa sifat keturunan dari tumbuhan atau mikroorganisme) dari negeri kita yang kemudian diambil oleh negara yang lebih maju, dan kemudian malah dipatenkan hasil penelitiannya," kata Rahman.

Dia menyebutkan saat ini bahan baku pembuat vaksin di Indonesia sudah bisa lebih mandiri dengan memproduksi sendiri dibandingkan porsi bahan baku yang diimpor dari luar negeri.

Beberapa zat bahan baku yang diimpor, lanjut dia, hanya sebagai penunjang atau tambahan dari zat aktif utama.

"Zat aktif sendiri sudah mandiri, dan sekian tambahannya masih impor. Secara kasar 70 persen sudah mandiri," kata Rahman.

Bahan baku vaksin sendiri lebih banyak berasal dari mikroorganisme sebagai zat aktif, yaitu virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan.

Bahkan perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hanya mengambil subsekuen atau DNA-nya untuk dijadikan bahan baku vaksin.

Sedangkan dari sisi ekonomi, pasar vaksin di Indonesia masih terbuka lebar karena jumlah penduduk Indonesia yang masih belum banyak tercakup upaya vaksinasi.

Sumber : www.antaranews.com

http://www.antaranews.com/berita/618990/industri-potensi-pengembangan-vaksin-indonesia-besar[:en]Bandung (ANTARA News) - Potensi pengembangan vaksin dinilai masih sangat besar mengingat banyaknya keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sebagai bahan baku zat aktif vaksin, kata Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Rahman Rustan.

"Bahan baku asalnya dari virus dan bakteri. Ini salah satu biodiversity kita juga yang tinggi, harusnya kita manfaatkan," kata Rahman di Bandung, Minggu.

Bahkan Rahman menyebut ada mikroorganisme asal Indonesia yang dibawa oleh peneliti asing untuk dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan vaksin dan produk pengobatan biologi lainnya.

"Banyak sekali plasma nutfah (pembawa sifat keturunan dari tumbuhan atau mikroorganisme) dari negeri kita yang kemudian diambil oleh negara yang lebih maju, dan kemudian malah dipatenkan hasil penelitiannya," kata Rahman.

Dia menyebutkan saat ini bahan baku pembuat vaksin di Indonesia sudah bisa lebih mandiri dengan memproduksi sendiri dibandingkan porsi bahan baku yang diimpor dari luar negeri.

Beberapa zat bahan baku yang diimpor, lanjut dia, hanya sebagai penunjang atau tambahan dari zat aktif utama.

"Zat aktif sendiri sudah mandiri, dan sekian tambahannya masih impor. Secara kasar 70 persen sudah mandiri," kata Rahman.

Bahan baku vaksin sendiri lebih banyak berasal dari mikroorganisme sebagai zat aktif, yaitu virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan.

Bahkan perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hanya mengambil subsekuen atau DNA-nya untuk dijadikan bahan baku vaksin.

Sedangkan dari sisi ekonomi, pasar vaksin di Indonesia masih terbuka lebar karena jumlah penduduk Indonesia yang masih belum banyak tercakup upaya vaksinasi.

 

Sumber : www.antaranews.com

http://www.antaranews.com/berita/618990/industri-potensi-pengembangan-vaksin-indonesia-besar

 

[:]

  • Bagikan:
Download

Berita terbaru

Picture1
Kamis, 12 Februari 2026
Bio Farma Dorong Kemandirian Vaksin Negara OKI dalam 4th Meeting OIC Vaccine Manufacturers Group
Mudik gratis 2026 FA
Senin, 9 Februari 2026
Bio Farma Gelar "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026": Sediakan 11 Bus Gratis ke Kuningan, Wonogiri, Yogyakarta, dan Surabaya
inacraft
Jumat, 6 Februari 2026
Bio Farma Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional, Dukung 14 UMK Binaan Tampil di INACRAFT 2026
Selengkapnya

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • News

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Hak Cipta © 2026. Hak Cipta dilindungi. Bio Farma

Ganti Bahasa

ID
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
  • follow us
Ganti Bahasa
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN