• follow us
  • ID
    Flag Indonesia ID
    Flag English EN
Untitled design (6)
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
search

Jangan Sepelekan! 10 Penyebab Campak yang Sering Terabaikan

Kamis, 28 Agustus 2025

Ruam merah pada siku akibat campak, tampak digaruk karena rasa gatal pada kulit.

Penyebab Campak

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbili dan dapat menyebar dengan sangat cepat dari satu orang ke orang lain. Mekanisme utama penularannya adalah melalui percikan air liur (droplet) yang keluar dari mulut atau hidung penderita saat batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, seseorang juga dapat tertular jika menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata. Berikut adalah sepuluh faktor penyebab yang paling berpengaruh:

  1. Belum Mendapatkan Vaksinasi Campak atau MMR
    Campak sebagian besar menyerang individu yang belum divaksin. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit ini. Anak-anak yang tidak menerima vaksin secara lengkap memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk terinfeksi karena tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup terhadap virus Morbili Virus.
  2. Usia Bayi yang Masih Terlalu Muda untuk Divaksinasi
    Bayi di bawah usia 9 bulan biasanya belum mendapatkan vaksin campak karena sistem imunnya masih berkembang. Hal ini membuat mereka sangat rentan tertular jika berada di lingkungan dengan penderita campak. 
  3. Kontak Dekat dengan Penderita Campak
    Seseorang yang tinggal serumah atau merawat pasien campak berisiko tinggi tertular karena paparan virus sangat intens. Virus campak dapat bertahan di udara selama 2 jam setelah penderita batuk atau bersin, sehingga orang di sekitar dapat terinfeksi tanpa harus melakukan kontak fisik langsung.
  4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
    Orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, atau mereka yang sedang menjalani terapi imunosupresif, memiliki kerentanan lebih tinggi. Tubuh mereka tidak mampu melawan serangan virus dengan efektif sehingga infeksi campak dapat berkembang lebih cepat dan lebih parah.
  5. Kekurangan Nutrisi, Terutama Vitamin A
    Malnutrisi merupakan faktor penting dalam meningkatnya risiko campak. Kekurangan vitamin A, misalnya, dapat melemahkan sistem imun sekaligus memperburuk gejala ketika terinfeksi. Anak-anak dengan gizi buruk cenderung mengalami komplikasi lebih serius, seperti diare parah, pneumonia, atau bahkan kebutaan akibat infeksi campak.
  6. Lingkungan Padat Penduduk dan Kurang Sehat
    Tinggal di wilayah padat dengan sanitasi buruk mempermudah penyebaran virus. Kondisi ini sering terjadi di daerah perkotaan atau permukiman dengan akses kesehatan terbatas. Virus campak sangat menular, sehingga satu orang sakit dapat dengan cepat menularkan ke banyak orang di sekitarnya.
  7. Perjalanan ke Daerah Endemis atau Negara dengan Cakupan Vaksinasi Rendah
    Orang yang bepergian ke negara-negara dengan angka vaksinasi rendah atau sedang mengalami wabah campak berisiko tinggi tertular. Virus dapat dengan mudah terbawa dari satu negara ke negara lain, sehingga WHO menekankan pentingnya vaksinasi sebelum melakukan perjalanan internasional.
  8. Riwayat Keluarga yang Tidak Mendapatkan Vaksinasi
    Jika dalam satu keluarga tidak ada riwayat vaksinasi, risiko penularan dalam rumah tangga menjadi sangat tinggi. Virus campak biasanya menyebar cepat antar anggota keluarga karena interaksi intens sehari-hari dan kedekatan jarak tinggal.
  9. Kurangnya Kesadaran akan Kebersihan Diri
    Perilaku tidak menjaga kebersihan, seperti jarang mencuci tangan setelah bersin atau setelah memegang benda umum, meningkatkan kemungkinan penularan. Virus Morbili Virus bisa bertahan di permukaan benda, sehingga menyentuh wajah setelah kontak dengan permukaan terkontaminasi dapat menjadi pintu masuk infeksi.
  10. Stres dan Kondisi Fisik yang Melemah
    Faktor psikologis seperti stres berkepanjangan, kelelahan, atau kurang tidur dapat menurunkan sistem imun tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terinfeksi jika terpapar virus campak. Meskipun bukan penyebab utama, faktor ini berperan dalam memperburuk daya tahan tubuh terhadap penyakit menular.

Campak bisa dicegah dengan langkah sederhana namun sangat penting, yaitu imunisasi. Pastikan Anda dan keluarga sudah mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal. Bila muncul gejala seperti demam tinggi, batuk, mata merah, atau ruam, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan bisa dilakukan sejak dini.

Referensi : 

World Health Organization. (2024). Measles fact sheet. 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Campak. AyoSehat – Kementerian Kesehatan RI. 

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Measles (Rubeola): About measles.

  • Bagikan:
Download

Berita terbaru

Cara mencegah virus nipah
Kamis, 29 Januari 2026
Virus Nipah: Kenali Gejala, Penularan dan Cara Mencega
Gejala super flu
Senin, 26 Januari 2026
Super Flu: Ciri-ciri, Gejala, Obat, dan Cara Mencegahnya
Manfaat kersen untuk kesehatan
Selasa, 6 Januari 2026
8 Manfaat Buah Kersen yang Jarang Diketahui untuk Kesehatan Tubuh
Selengkapnya

Logo biofarma

Call Center 1500810

Head Office

Jl. Pasteur No. 28, Bandung 40161,
Jawa Barat Indonesia
+62 22-2033755
+62 22 - 2041306
mail@biofarma.co.id

Breeding Facility Bio Farma

Jl. Kolonel Masturi Kav 10. Desa Kertawangi kec. Cisarua
Jawa Barat

Bio Farma Representative Office

Gd. Pakarti centre Lantai 7
Jln. Tanah Abang 3 no.23-27
Jakarta Pusat

Information

  • Good Corporate Governance
  • Our Procurement
  • FAQ
  • Vaccine Production
  • Your Career

 

  • Contact Us
  • E-PPID
  • Announcement
  • News

Quick Links

  • Portal BUMN-Bio
  • Kemenkes RI
Hak Cipta © 2026. Hak Cipta dilindungi. Bio Farma

Ganti Bahasa

ID
  • Tentang Kami
    • Profil Perusahaan
      • Profil Perusahaan
      • Bio Farma Group
      • PT Bio Farma (Persero)
      • Kimia Farma Tbk (KAEF)
      • Indofarma Tbk (INAF)
      • PT INUKI (Persero)
    • Sejarah Perusahaan
    • Manajemen
      • Komisaris
      • Direksi
    • Research and Development
    • Pencapaian
      • Pencapaian
      • Penghargaan
      • Sertifikat
    • Laporan Perusahaan
      • Laporan Tahunan (AR)
      • Laporan Keberlanjutan (SR)
      • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
  • Produk & Layanan
    • Distribusi Kami
    • Produk dan Layanan
      • Life Sciences
      • Penyediaan Jasa & Produk Layanan Kesehatan
      • Perdagangan, distribusi obat, & alat kesehatan
    • Layanan Imunisasi
    • Layanan Skrining Kanker Serviks
    • FAQ
  • Media dan Informasi
    • Berita
      • Semua Berita
      • Peran Global
      • Produk dan Layanan
      • TJSL
    • Artikel Kesehatan
    • FAQ Kesehatan
    • Our Procurement
    • Informasi Kunjungan Industri
    • Pengumuman Lelang
  • Korporasi
    • Fokus Bisnis Kami
    • Good Corporate Governance
    • Komitmen Kami
    • TJSL
    • LHKPN
      • Lembar LHKPN
      • Lapor
  • Karir
    • Karir
    • Rekrutmen
  • PPID
  • Kontak
  • follow us
Ganti Bahasa
  • Flag Indonesia ID
  • Flag English EN